Jenderal (Purn) Budi Gunawan Kepala BIN Ungkap Motif Penikaman Menkopolkam Jenderal (Purn) Wiranto

Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan Kepala BIN ungkap motif penikaman terhadap Menkopolkam Jenderal TNI AD(Purn) Wiranto.

Jenderal (Purn) Budi Gunawan Kepala BIN Ungkap Motif Penikaman Menkopolkam Jenderal (Purn) Wiranto
TRIBUNNEWS
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan Ungkap Motif Penikaman Menkopolkam Jenderal TNI AD (Purn) Wiranto 

Polisi menggali informasi di kediaman kakak ipar Abu Rara Jalan Alfaka VI, Lingkungan V, Kamis (10/10/2019).

Awak media belum dipersilahkan masuk karena masih dalam proses pemeriksaan.

"Dulu dia memang tinggal di sini, tapi tahun 2016 dia pindah karena rumahnya terkena gusur pembangunan Tol Tanjung Mulia," kata warga sekitar Agus Salim (39) dikutip Surya.co.id dari Tribun Medan.

"Dia masih terdaftar di DPT, karena saya dulu pernah sebagai Ketua PPS.

Tapi memang dia tertutup dan saya tidak tahu pekerjanya apa," sambungnya.

Sementara itu, warga lainnya Ismawati (54) mengatakan bahwa dia memang lahir dan asli orang Medan.

"Kedua orangtuanya sudah meninggal. Dia enggak pernah aneh-aneh. Kadang dia suka belanja di gang depan sini," kata Ismawati.

"Memang dia tertutup orangnya. Saya pun terkejut, kok bisa dia begitu (tusuk Wiranto) ya," jelas Ismawati.

Melansir kompas.com, Syahril Alamsyah dan Fitri tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah Desa Menes, Pandeglang.

Ngontrak di Banten

Ketua RT Kampung Sawah, dekat Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Mulyadi, mengatakan, keduanya tinggal di sebuah kontrakan petak yang disewa sejak Februari 2019.

"Mulai ngontrak kira-kira Februari, sudah sekitar 7 bulanlah, pertama masuk dia yang laki-laki bernama Syahril Alamsyah sama anaknya perempuan umur sekitar 13 tahun," kata Mulyadi, kepada Kompas.com, di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019).

Kepada Mulyadi, Syahril mengaku berbisnis online berbagai macam barang, mulai dari madu, pakaian anak-anak, pulsa dan travel.

Saat pertama masuk ke kontrakan di Kampung Sawah, kata Mulyadi, Syahril tidak membawa istri.

Namun tiga bulan lalu, sekitar bulan Agustus, dia meminta izin akan menikah di Bogor.

"Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.

Mulyadi mengaku, tidak menaruh curiga apapun terhadap keluarga Syahril.

Sebagai Ketua RT, dia hanya menjalankan tugasnya saja seperti menanyakan identitas dan pekerjaan sehari-hari.

"Makanya saya kaget pas tahu mereka pelakunya, enggak nyangka," kata dia.(TribunnewsBogor.com/Warta Kota/Tribun Medan/Kompas.com)

Artikel ini sebelumnya tayang di Tribun Bogor berjudul: Kepala BIN Ungkap Motif Penikaman Pelaku Terhadap Wiranto, Tetangga Abu Rara : Rumahnya Kena Gusur

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved