Dosen Unej yang Jadi Capim KPK Tak Bisa Dilantik Gara-gara Ada Kesalahan Tulis di UU KPK

Seorang capim KPK yang juga menjadi dosen Unej ( Universitas jember), Nurul Ghufron terancam gagal dilantik jadi komisioner lembaga antirasuah itu.

Dosen Unej yang Jadi Capim KPK Tak Bisa Dilantik Gara-gara Ada Kesalahan Tulis di UU KPK
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Komisioner KPK terpilih periode 2019 - 2023, Nurul Ghufron dan sang istri, Siti Aisyiyah. 

Seorang capim KPK yang juga

Menjadi dosen Unej ( Universitas jember)

Nurul Ghufron terancam gagal dilantik

Jadi komisioner lembaga antirasuah itu

----------------------------------

SURYA.co.id | JAKARTA - Kesalahan tulis fatal terjadi di UU KPK hasil revisi yang sudah disetorkan DPR RI ke Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Gara-gara salah tulis itu, Nurul Ghufron terancam tidak bisa dilantik. Sebab, Nurul Ghufron masih berumur 45 tahun, sedangkan di UU KPK hasil revisi mencantumkan usia komisioner KPK minimal 40 tahun.

Bagaimana pandangan pengamat mengenai kesalahan tulis atau typo di UU KPK hasil revisi?

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari menilai bahwa ketentuan dalam Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi yang mengatur bahwa batas minimal usia pimpinan KPK 50 tahun bukan sekadar salah ketik atau typo.

Feri mengatakan, daftar inventarisasi masalah yang dibawa pemerintah menunjukkan adanya usulan untuk meningkatkan batas usia pimpinan KPK lewat revisi UU KPK menjadi 50 tahun.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved