Berita Madiun

Begini Cara Pemkab Madiun Hilangkan Trauma Anak-anak Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena

Dari 18 orang pengungsi yang dijemput, 10 orang tidak pulang ke Madiun, dan memilih tinggal di rumah saudara mereka di Sidoarjo.

Begini Cara Pemkab Madiun Hilangkan Trauma Anak-anak Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena
surya.co.id/rahadian bagus priambodo
Bupati Kaji Mbing, ajak anak-anak pengungsi Wamena asal Madiun bermain bersama 

SURYA.co.id | MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun memfasilitasi penjemputan 18 pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, di Bandara Juanda, Sidoarjo dan Bandara Abdulrahman Saleh Malang, menuju Kabupaten Madiun pada Rabu (9/10/2019) malam.

Para pengungsi dijemput tim gabungan dari Dinas sosial, BPBD, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Dari 18 orang pengungsi yang dijemput, 10 orang tidak pulang ke Madiun, dan memilih tinggal di rumah saudara mereka di Sidoarjo.

Sementara sisanya, delapan orang pengungsi lainnya pulang ke Madiun.

Delapan orang ini tiba di Pendopo Muda Graha Madiun, Rabu (10/10/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari delapan pengungsi tersebut, tujuh di antaranya merupakan warga Kabupaten Madiun dan satu orang warga Ponorogo.

Delapan orang pengungsi tersebut diterima Bupati Madiun, Ahmad Dawami.

Bupati yang biasa dipanggil Kaji Mbing ini mengatakan, 18 orang yang dijemput di bandara itu, memang menginginkan pulang kampung tempat asal mereka.

"Yang datang malam ini sudah komunikasi sebelumnya. Kami fasilitasi karena mereka juga warga Kabupaten Madiun," kata Kaji Mbing.

Ia mengatakan, selain memfasilitasi penjemputan dari bandara, Pemkab Madiun juga akan memberikan pendampingan agar apa yang dialami para pengungsi asal Madiun ini tidak menyebabkan trauma.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved