Persebaya Surabaya

Yakin Setiap Pemain Punya Potensi, Ini Upaya Woflgang Pikal Jadikan Persebaya Semakin Wani

Selain mematangkan strategi, pelatih asal Austria itu juga dituntut untuk bisa lebih lagi munculkan permainan khas Persebaya Surabaya

Yakin Setiap Pemain Punya Potensi, Ini Upaya Woflgang Pikal Jadikan Persebaya Semakin Wani
surya.co.id/habibur rohman
Usai berlatih pada pagi hari di Gelora Delta Sidoarjo, Pemain Persebaya Surabaya kembali berlatih di lapangan Mapolda Jatim, Jumat (4/10/2019) sore. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pelatih Persebaya Wolfgang Pikal memiliki pekerjaan rumah besar untuk bisa membawa Persebaya meraih hasil lebih dibandingkan musim lalu yang finish posisi lima klasemen akhir Liga 1 2018.

Selain mematangkan strategi, pelatih asal Austria itu juga dituntut untuk bisa lebih lagi munculkan permainan khas Persebaya Surabaya yang dikenal wani (berani), ngeyel (ngotot), dan ngosek.

Tentang target memunculkan permainan khas itu, disampaikan Pikal, dari komposisi pemain yang ada saat ini, ia yakin miliki potensi besar bisa mewujudkan hal tersebut

“Persebaya punya potensi, walaupun Ini semua warisannya dari putaran pertama sebetulnya. Tapi kami usahakan untuk maju lebih baik di klasemen,” terang Pikal pada SURYA.co.id, Kamis (10/10/2019).

Syarat utama yang nantinya akan terus diberlakukan Pikal setiap laga, di luar taktik dan strategi, punggawa Bajul Ijo harus bermain 100 persen.

Dengan begitu, sentuhan permainan Wani disebut mantan asisten pelatih timnas Indonesia itu bisa dimunculkan secara maksimal.

“Saya selalu bicara pada pemain, taktik bisa bener dan salah sedikit, teknik bisa error pemainnya. Tapi yang tidak bisa jadi, sampai penonton rasakan ini pemain tidak main 100 persen, dia keluarin cuma 80 persen, ini yang saya tidak mau terima dari pemain,” tegas Pikal.

Untuk mewujudkannya, Pikal yang sudah sebulan berada di Surabaya memilih tak bersenang-senang saat libur.

“Saya gak kemana-mana, saya kerja terus. Selama di Surabaya belum sekalipun keliling ke tempat wisata dan mall, saya bukan tipe seperti itu,” ucapnya.

“Saya tipe kerja, saya lebih penting semua lancar untuk tim agar punya tim bagus untuk sukses,” pungkas Pikal.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved