Berita Surabaya

Wisata ke Jepang, Dorong Peningkatan Konsumen Restoran Sushi Tei di Surabaya

Tren berwisata di Jepang di musim liburan ternyata memberi imbas pada kunjungan ke restaurant dengan menu Jepang di Surabaya.

Wisata ke Jepang, Dorong Peningkatan Konsumen Restoran Sushi Tei di Surabaya
surya.co.id/habibur rohman
CABANG KELIMA - Direktur PT Boga Eka Putra Steven Johnson Tjan (baju hitam) dan Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono pada pembukaan Sushi Tei di Grand City Mall Surabaya, Kamis (10/10/2019). Sushi Tei Grand City ini merupakan cabang kelima yang ada di Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tren berwisata di Jepang di musim liburan ternyata memberi imbas pada kunjungan ke restoran dengan menu Jepang di Surabaya.

Hal itu terbukti dengan adanya peningkatan jumlah konsumen di restoran Sushi Tei, di waktu selain musim liburan.

"Sebelumnya liburan sekolah membuat restaurant kami cukup ramai. Tapi sekarang karena banyak yang berwisata ke Jepang, restoran kami tetap ramai ditambah dengan waktu-waktu selain liburan,"  cerita Steven Johnson Tjan, Director PT Boga Eka Putra, owner dari restoran Sushi Tei, saat peresmian ke-5 di mal Grand City, Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Steven menyebutkan, kenaikan jumlah pengunjung di restoran yang dikelolanya di tahun ini antara 10-20 persen.

Hal itu juga menjadi salah satu dasar bagi Sushi Tei yang membuka restoran ke- 5 di mal Grand City. Selama ini sudah ada empat Sushi Tei di mal yang berbeda.

Apalagi di tahun ini, Steven menyebutkan bila Sushi Tei sudah mendapatkan sertifikat pengakuan Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat Halal itu diakui Steven cukup mendongkrak jumlah pengunjungnya.

"Untuk mal dengan pengunjung mayoritas muslim bisa naik hingga 30-40 persen. Sementara untuk mal dengan pengunjung mix (campuran) naik 10-20 persen," ungkap Steven.

Selain di Surabaya, Sushi Tei juga ada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Palembang, Batam, Medan, dan Makassar.

Jakarta dan Medan merupakan kota pertama dan kedua terbanyak Sushi Tei. Baru kemudian kota Surabaya.

Melihat potensi pasar yang besar, Steven mengaku pasar makanan khas Jepang akan bertumbuh lebih baik lagi. Apalagi Sushi Tei sudah menyiapkan dua restaurant baru, yaitu satu di Medan dan satu lagi di Surabaya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restauran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Tjahjono Haryono, mengakui bila tren restauran khas, seperti Jepang sedang bertumbuh di Surabaya.

"Semua restaurant khas bertumbuh. Baik tradisional maupun Jepang dan lain sebaginya. Khusus Jepang, sekitar 20 persen," jelas Tjahjono.

Saat ini sektor kuliner memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi. Secara industri memang hanya sekitar 10 persen namun karena jumlah cafe dan restauran yang cukup banyak, memberi pilihan yang maksimal bagi pasar.

"Termasuk kafe kopi, pertumbuhannya bisa mencapai 40 persen," tandas Tjahjono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved