Sambang Kampung

Warga Kampung Tambak Arum Surabaya Ubah Sampah Jadi Busana Daur Ulang, Jadi Tambahan Uang

Berbagai sampah yang sulit terurai disulap menjadi busana daur ulang oleh warga Tambak Arum RT 2 RW 2

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagai sampah yang sulit terurai disulap menjadi busana daur ulang oleh warga Tambak Arum RT 2 RW 2 Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto. Wiretno Pudjiastuti, warga yang membuat busana, mengatakan bahwa ide menciptakan pakaian daur ulang muncul sekitar tahun 2015.

Kreasinya itu, tak lain untuk memanfaatkan sampah yang tidak terpakai menjadi bahan yang memiliki nilai jual yang bisa menambah pendapatan.

"Awalnya dulu hanya memanfaatkan kresek untuk rok dan bungkus kopi yang dibuat sebagai sabuk," ungkap Wiretno, Rabu (9/10).

Sambang Kampung Tambak Arum Surabaya, Sterilkan Rumah dari Asap Rokok

Selanjutnya, inovasi terus berkembang hingga saat ini sudah ada ragam busana dan fashion item, mulai dari rok, gelang, headpiece, kalung, dan lain sebagaunya.

Tak hanya memanfaatkan kresek dan bungkus kopi yang sudah tidak terpakai, busana daur ulang rancangannya juga dihasilkan dari karung plastik beras, botol air, jaring buah, koran, tali rafia, dan sebagainya.

"Semuanya merupakan bahan yang sudah tidak terpakai. Beberapa di antaranya didapat dari pemilahan bank sampah, kalau ada yang bisa didaur ulang, ya saya manfaatkan. Ada juga jaring buah bekas yang saya ambil dari toko-toko buah di sekitar ini," Wiretno memaparkan.

Tak sendirian, ia mengatakan bahwa kerap membuatnya bersama ibu-ibu kampung.

"Busana daur ulang ini sudah pernah disewa. Misalnya oleh mahasiswa Unair dan Ubaya. Pada bulan Agustus 2019 kemarin, juga banyak yang menyewa untuk dikenakan ketika karnaval," Wiretno mengemukakan.

Satu busana, lanjutnya, disewakan Rp 50 ribu.

Menurutnya, harga tersebut sesuai dengan usaha dalam membuatnya.

"Kadang orang-orang mengatakan dibuat dari kresek kok mahal, padahal yang mahal itu ide dan inovasinya," katanya

Ke depan, Wiretno mengaku ingin menciptakan busanan dress selayaknya gaun princess dengan bahan kresek bekas atau yang lainnya.

"Yang saya tekankan ialah mendaur ulang sampah yang tidak terpakai. Bukan membelinya (bahan baku)," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved