Universitas Jember Miliki 13 Gedung Fasilitas Baru

Melalui fasilitas baru yang dibangun memakai dana pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) itu, Unej memiliki branding.

Universitas Jember Miliki 13 Gedung Fasilitas Baru
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Menristekdikti, M Nasir, saat berpidato di peluncuran Gedung Integrated Laboratories, Auditorium, Agrotechnopark Universitas Jember, Kamis (10/10/2019) 

SURYA.co.id | JEMBER - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir, mengharapkan fasilitas baru di Universitas Jember (Unej) meningkatkan kualitas pendidikan di Unej.

Harapan ini dia sampaikan seusai meresmikan 13 fasilitas baru di Unej, Kamis (10/10/2019).

Peresmian itu ditandai dengan peresmian Gedung Integrated Laboratories, Auditorium, Agrotechnopark di sisi utara double way Unej.

"Harapan saya, kualitas Unej semakin baik. Semakin banyak program studi (Prodi) yang terakreditasi A. Setidaknya hingga empat tahun ke depan, ada 75 persen Prodi yang terakreditasi A," ujar Nasir.

Melalui fasilitas baru yang dibangun memakai dana pinjaman dari Islamic Development Bank (IsDB) itu, Unej memiliki branding.

'Brandingnya kan bioteknologi, itu harus didetilkan ke apa. Kalau bioteknologi pangan dan pertanian, itu nantinya seperti apa. Itu harus detil, dan menjadi brand kampus," tegasnya.

13 fasilitas yang diresmikan itu terdiri atas gedung laboratorium terpadu, agrotechnopark dan auditorium.
Dalam pidatonya, Nasir bersyukur proyek pembangunan di Universitas Jember berjalan lancar.

“Kini tantangannya adalah bagaimana memelihara dan memanfaatkan semua fasilitas baru ini sehingga cita-cita Universitas Jember sebagai perguruan tinggi unggulan di bidang bioteknologi akan tercapai. Keberhasilan hari ini adalah prestasi tapi ingat, jangan sampai terbuai dengan kesuksesan masa lampau sebab bakal membuat
perguruan tinggi tidak berkembang. Universitas Jember harus sudah memikirkan bagaimana
bioteknologi di 10 tahun, 20 tahun bahkan 30 tahun ke depan. Misalnya terkait keamanan
produk-produk bioteknologi,” pesan Mohamad Nasir.

Rektor Unej Moh Hasan mengatakan, peresmian 13 fasilitas baru itu menjadi momen luar biasa bagi Universitas Jember. Menurutnya Universitas Jember membuktikan mampu menjalankan amanah dari pemerintah melalui Kemenristekdikti untuk mengelola dana IsDB.

Kesiapan dalam memanfaatkan fasilitas baru itu, lanjutnya, sudah dipikirkan, di antaranya dengan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang bioteknologi.

“Kami sudah menjalin kerjasama bioteknologi dengan dua perguruan tinggi di Jerman, yakni Flensburg University of Applied Sciences danBiberach University of Applied Sciences. Universitas Jember juga tengah mempersiapkan
pembukaan Program Studi Doktor Bioteknologi setelah sebelumnya kita membuka Program
Studi Magister Bioteknologi,” ujar Hasan.

Universitas Jember mendapatkan bantuan dana dari IsDB sebesar 42 juta US dollar yang digunakan untuk
membangun 13 fasilitas itu. Ke-13 fasilitas itu terdiri atas enam bangunan ada di Kampus Tegalboto, dan sisanya ada di komplek Agrotechnopark di daerah Jubung Kecamatan Sukorambi, Jember.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved