Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara, DKRTH Surabaya Duga Akibat Kecepatan Kereta

"Itu kan kebetulan dekat rel kereta, mungkin kena kereta, bisa. Bisa kena anginnya, kan kencang sekali," ucapnya.

Pohon Tumbang Tewaskan Pengendara, DKRTH Surabaya Duga Akibat Kecepatan Kereta
Surabaya.Tribunnews.com/Luhur Pambudi
(foto dok) Pohon tumbang yang terjadi di salah satu jalan di Rungkut, Surabaya 

SURYA.co.id, SURABAYA - Kabar seorang pengendara motor tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan A. Yani Surabaya cukup mengagetkan Hendri Setianto, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau dan Penerangan Jalan Umum Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.

Menurut Hendri, pohon jenis bintaro tersebut pendek dan tidak terlalu besar, sehingga seharusnya tidak membahayakan.

"Itu jenis bintaro, bukan angsana. Sebenarnya ya nggak besar, jadi nggak membahayakan. Cuma jatuhnya itu pas ke jalan ada motor lewat, jadi ya karena benturan itu," tutur Hendri, Kamis (10/10/2019).

Tinggi pohon tersebut, kata Hendri, kira-kira 5 meter, hanya separuh dari pohon yang tergolong tinggi yakni 10 meter.

Namun, pohon bintaro ini tetap tumbang hingga akarnya tercerabut semua.

Hendri memperkirakan, tumbangnya pohon akibat penempatannya yang dekat dengan rel kereta api.

"Itu kan kebetulan dekat rel kereta, mungkin kena kereta, bisa. Bisa kena anginnya, kan kencang sekali," ucapnya.

Selain itu, pohon ini memang berisiko tumbang menurut Hendri.

Sebab, pohon berakar serabut ini ditanam ketika ia sudah besar, sehingga tidak punya akar tunjang.

"Memang risikonya begitu, kalau ditanam waktu sudah besar, rawan tumbang," jelasnya.

Tetapi, pihaknya mengaku sudah melakukan perantingan setiap harinya, sedangkan bagi pohon pendek cukup dicincing saja, sehingga seharusnya mampu meminimalisir kemungkinan tumbangnya pohon.

Ke depan, Hendri berencana akan memendekkan pohon-pohon di samping rel kereta api.

"Nanti kita kurangi lah, kita pendekkan seperti bonsai saja, mungkin 2-3 meter. Kalau di ambil semua nanti panas. Yang penting ada penghijauan sepanjang rel," katanya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mengganti pohon dengan jenis lain yang akarnya lebih kuat. 

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved