Kilas Balik

Heroisme RPKAD Saat Misi di Papua: Ngotot Tak Akan Menyerah meski Disergap Belanda

Berbagai malapetaka menimpa prajurit Kopassus saat misi penerjunan di irian Barat (sekarang Papua), yang saat itu masih dikuasai Belanda

Heroisme RPKAD Saat Misi di Papua: Ngotot Tak Akan Menyerah meski Disergap Belanda
surya.co.id
Baca berita lebih cepat, install aplikasi SURYA Online via Android, KLIK --->> http://bit.do/SURYAgo 

Redaksi memperbaiki beberapa bagian dari isi dari artikel dan judul

SURYA.co.id - ini adalah satu kisah prajurit Kopassus saat misi penerjunan di irian Barat (sekarang Papua), yang saat itu masih dikuasai Belanda

Prajurit Kopassus yang diterjunkan dalam misi tersebut banyak yang patah tulang saat terjun hingga disergap oleh pasukan Belanda

Dilansir dari Tribun Jatim dalam artikel 'Cerita Heroisme Kopassus di Hutan Belantara, Ngotot Tak Akan Menyerah ke Belanda Walau Lengan Hancur', berikut kisahnya.

Cerita ini merupakan bagian dari Buku: 52 Tahun Infiltrasi PGT di Irian Barat

Pada saat pembebasan Irian Barat atau Operasi Trikora, para prajurit TNI disusupkan ke kantong-kantong pertahanan musuh.

Misi tersebut melibatkan personel Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang saat ini bernama Paskhas dan RPKAD (sekarang Kopassus).

Gabungan Kopassus dan Paskhas ini bakal diterjunkan di tengah wilayah hutan belantara di Irian Barat.

Mereka ditugaskan untuk masuk ke dalam wilayah pertahanan Belanda dan mengacaukan konsentrasi pasukan Belanda.

Para prajurit yang siap bertempur tersebut dibagi ke dalam dua tim yakni Banteng I di Fak-fak dan Banteng II di Kaimana.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved