Berita Surabaya

Kantor tvOne Biro Jatim di Surabaya Dibobol Maling, 1 Unit Motor Hilang

Kantor tvOne Biro Jatim yang ada di Jalan Dr Wahidin nomor 12 Surabaya dibobol maling. Sebuah motor hilang

Kantor tvOne Biro Jatim di Surabaya Dibobol Maling, 1 Unit Motor Hilang
istimewa
Unit Resmob Polsek Tegalsari saat melakukan olah TKP di lokasi hilangnya motor milik wartawan tvOne di kantor tvOne Biro Jatim Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kantor tvOne Biro Jatim yang ada di Jalan Dr Wahidin nomor 12 Surabaya dibobol maling. Kejadian itu terjadi pada Kamis (10/10/2019) antara pukul 03.50 WIB hingga 05.30 WIB.

Sebuah motor Yamaha N Max abu bernopol W 2228 PS yang terparkir di halaman kantor raib digondol maling. Reyhan Dwi Yudisthira (31) warga Griya Permata Gedangan Sidoarjo yang menjadi korban menuturkan, saat itu posisi motor diparkir sejak pukul 03.50 WIB.

"Saat itu saya ada siaran pagi untuk Jawa Timur. Seperti biasanya motor saya parkir di dalam halaman kantor. Namun selesai siaran, saya keluar sekitar jam 05.30 WIB. Motor saya sudah tidak ada," beber Reyhan, Kamis (10/10/2019).

Lebih lanjut, Reyhan memastikan jika motornya dalam keadaan terkunci.

"Sudah saya kunci setir dan ignation log juga sudah saya tutup," tambahnya.

Reyhan bercerita, pagar kantor saat itu memang terbuka sedikit.

Namun sejak malam hingga sebelum siaran, sekuriti kantor mengunci pagar menggunakan gembok.

"Memang kalau malam sampai jam siaran pagi itu dikunci. Namun pas sudah ada yang datang siaran, dibuka sama sekutiti," lanjutnya.

Produser liputan media televisi nasional itu mengatakan jika saat itu ada enam kendaraan yang juga terpakir di area yang sama. Bahkan, jarak antara motor dan sekuriti yang berjaga hanya sekitar tiga meter saja.

"Sekuriti sedang tidur di sofa kantor, jaraknya hanya tiga meter dari motor saya. Tapi memang kehalang jendela juga," sebutnya.

Saat ini, Reyhan sudah melaporkan kejadian pencurian itu ke Mapolsek Tegalsari.

Disinggung terkait CCTV, Reyhan mengaku jika belum terpasang CCTV di kantor sejak dua tahun lalu dihuni.

"Kami belum pasan CCTV sejak pindah dua tahun lalu. Jadi kami belum tahu bagaimana pelaju ambilnya, dan berapa orang jumlah pelakunya," tandasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Raden Dwi Kennardi membenarkan peristiwa tersebut.

"Benar, masih dalam penyelidikan kami. Kami juga dibackup unit Resmob dan Jatanras untuk ungkap pelakunya," singkat Ken. (firman rachmanudin)

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved