DPRD Jatim Usul Tiap Anggota Didampingi Tenaga Profesional, Begini Alasannya

DPRD Jawa Timur mengusulkan tiap anggota dewan dapat didampingi oleh tenaga profesional untuk memaksimalkan kinerja dewan periode 2019-2024.

DPRD Jatim Usul Tiap Anggota Didampingi Tenaga Profesional, Begini Alasannya
SURYAOnline/Bobby Constantine Koloway
Anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 saat dilantik pada 31 Agustus 2019 lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPRD Jawa Timur mengusulkan tiap anggota dewan dapat didampingi oleh tenaga profesional. Hal ini diharapkan untuk memaksimalkan kinerja dewan di periode 2019-2024.

Usulan ini telah disampaikan DPRD Jatim melalui rancangan Tata Tertib (Tatib) DPRD Jatim periode 2019-2024. Saat ini Rancangan Tatib sedang dikonsultasikan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Pada ketentuan pasal 8, di antaranya tertulis bahwa setiap anggota DPRD dapat didampingi satu orang tenaga profesional guna memberikan dukungan keahlian. Di antaranya, untuk membuat telaah dan analisa berkaitan dengan fungsi DPRD di bidang pembentukan Perda, anggaran, dan pengawasan.

"Tenaga profesional ini merupakan kebutuhan bagi Anggota DPRD untuk menunjang kinerja agar bisa lebih maksimal," kata Ketua Pansus Pembentukan Tatib DPRD Jatim, Bambang Yuwono dikutip dari penjelasannya pada Rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (10/10/2019).

Saat ini usulan tersebut tengah dikonsultasikan ke DPRD Jatim. "Hal ini baru sebatas usulan Tim Penyusun Tata Tertib kepada Menteri Dalam Negeri," kata Bambang yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Tak hanya itu, DPRD Jatim juga mengusulkan adanya tenaga profesional bersifat adhoc. Berdasarkan ketentuan pasal 144, selain tenaga Fraksi yang berjumlah satu orang (sesuai ketentuan), Fraksi dapat mengusulkan tenaga profesional bersifat adhoc.

"Hal ini juga untuk mendukung pelaksanaan fungsi DPRD dalam pembentukan Perda, Anggaran, dan Pengawasan. Namun, masih sebatas usulan, sehingga untuk pelaksanaannya menunggu fasilitasi dari Kementerian Dalam Negeri," katanya.

DPRD Jatim juga akan dibantu dengan staf pendamping yang akan membantu pelaksanaan kegiatan reses di daerah pemilihan (dapil). Berdasarkan pasal 158 mengenai staf pendamping bagi anggota dan pimpinan DPRD dalam rangka membantu pelaksanaan kegiatan reses dan kegiatan lainnya di daerah pemilihan, dibutuhkan staf khusus untuk itu.

"Hal ini disebut dengan pendamping lokal di daerah pemilihan (dapil)," pungkas Bambang.

Selain penambahan staf di tiap fraksi, tatib yang baru juga mengusulkan adanya regulasi yang bersifat kedaerahan. Misalnya, penggunaan pakaian kebaya di saat sidang paripurna yang bertepatan dengan hari nasional. ”Misalnya, Hari Kartini atau Hari Perempuan sedunia,” jelas Bambang.

Kemudian, saat Sidang Paripurna Istimewa, DPRD Jatim juga akan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stansa. ”Lirik lagu Indonesia Raya yang tiga stanza syarat akan pesan-pesan perjuangan dan nasionalisme,” kata mantan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim ini. (bob)

Caption:
Ketua Pansus Pembentukan Tatib DPRD Jatim, Bambang Yuwono memberikan penjelasannya pada Rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (10/10/2019).

Attachments area

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved