Berita Surabaya

3 Alasan ini Polisi Tidak Menahan Terperiksa Kasus Penembakan Pelaku Pembalakan Liar di Jember

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, hingga kini DS masih berstatus sebagai terperiksa.

3 Alasan ini Polisi Tidak Menahan Terperiksa Kasus Penembakan Pelaku Pembalakan Liar di Jember
surya.co.id/luhur pambudi
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim teus mengusut tewasnya Aris Samba terduga pelaku pembalakan liar di Hutan Dusun Krajan, Andongrejo, Tempurejo, Jember.

Aris diduga tertembus peluru pistol petugas Polisi Khusus Kehutanan (Polsushut) berinisial DS, Kamis (3/10/2019).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, hingga kini DS masih berstatus sebagai terperiksa.

"Ada tiga saksi yang sudah kami periksa," jelasnya di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Rabu (9/10/2019).

Namun, selama proses penyelidikan, ungkap Barung, DS tidak ditahan dengan tiga aspek pertimbangan.

Pertama, si terperiksa berstatus sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN).

"Polsushut itu meruapakan ASN jadi tidak memiliki potensi melarikan diri," jelasnya.

Kedua, si terperiksa tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Yang bersangkutan tidak akan melakukan perbuatannya lagi, karena senjata apinya kami sudah penyitaan," terangnya.

Ketiga, si terperiksa tidak akan menghilangkan barang bukti.

"Dia tidak akan lakukan penghilangan barang bukti. Hasil otopsi dan hasilnya lengkap," tuturnya.

Termasuk mempertimbangkan aspek kesehatan si terperiksa.

"Dengan dasar itulah kami tidak lakukan penahanan, tapi pemeriksaan terus kami lakukan," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved