Berita Surabaya

Solusi Gubernur Khofifah terkait 600 Ribu Warga Jatim yang Dikeluarkan dari Kepesertaan BPJS PBI

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan solusi untuk warga miskin yang dikeluarkan dari kepesertaan BPJS penerima bantuan iuran (PBI).

Solusi Gubernur Khofifah terkait 600 Ribu Warga Jatim yang Dikeluarkan dari Kepesertaan BPJS PBI
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah seusai bertemu dengan BPJS Wilayah Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).  

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan solusi untuk warga miskin yang dikeluarkan dari kepesertaan BPJS penerima bantuan iuran (PBI) oleh pemerintah pusat.

Mantan Menteri Sosial RI itu menyebut mereka yang masih berstatus tak mampu bisa dimasukkan dalam peserta BPJS PBI Daerah (PBID).

Terlebih Pemprov Jawa Timur saat ini masih ada dana penerimaan bagi hasil cukai rokok.

"Masalah itu tadi saya bawa rapat dengan Kadinsos dan Kadinkes, saya minta agar data yang 600 ribu warga Jatim yang dikeluarkan dari PBI itu masuk detail berapa, prosentasenya berapa," kata Khofifah usai bertemu BPJS Wilayah Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).

Menurut Khofifah, informasi yang ia dapatkan, 1,2 juta warga miskin Jatim yang dikeluarkan dari kepesertaan BPJS PBI.

Sebanyak 607 ribu di antaranya kini sudah masuk kembali ke BPJS PBI, sedangkan sisanya masih belum kembali.

Informasi itu menurut gubernur perempuan pertama Jatim itu data baru masuk padanya hari ini.

Sehingga Khofifah menyebut pihaknya langsung mengkooridinasikan agar sekitar 600 ribu warga miskin sisanya yang belum masuk kembali ke PBJS PBI dilakukan verifikasi data.

Apakah memang mereka sudah keluar dari status tidak mampu atau masih masuk dalam kategori keluarga tidak mampu.

Data itu yang nantinya menentukan apakah mereka bisa dimasukkan kembali ke PBI ataukah tidak.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved