Citizen Reporter

Program Beasiswa Partner Schuler (Pasch) untuk Murid SMA di Indonesia, Melancong ke Jerman 3 Minggu

Lembaga kebudayaan dan Bahasa Jerman, Goethe-Institut, yang bekerja sama dengan Kedutaan Jerman, menyelenggarakan program bernama Partner Schuler

Program Beasiswa Partner Schuler (Pasch) untuk Murid SMA di Indonesia, Melancong ke Jerman 3 Minggu
ist/citizen reporter
Program Beasiswa Partner Schuler (Pasch) untuk Murid SMA di Indonesia, Melancong ke Jerman 3 Minggu 

SURYA.co.id - Siapa sih yang nggak tertarik berkesempatan belajar dan bersenang-senang di Jerman? Siapa sangka, keinginan tersebut tidak lagi hanya menjadi angan-angan belaka.

Lembaga kebudayaan dan Bahasa Jerman, Goethe-Institut, yang bekerja sama dengan Kedutaan Jerman, menyelenggarakan program bernama Partner Schuler (Pasch). Jerman dan Indonesia bekerja sama dalam bidang pendidikan. Di Kota Malang, SMAN 1 dan SMAN 5 Malang telah menjadi bagian dari Pasch.

Program ini memberikan beasiswa kepada dua pelajar dari SMAN 1 Malang dan dua pelajar lainnya dari SMAN 5 Malang setiap tahun yang berhasil meraih nilai ujian sertifikasi A2 bahasa Jerman tertinggi.

Program Pasch ini mengirimkan siswa dari SMA itu ke kota yang berbeda di Jerman dan berlangsung selama tiga minggu. Di sana para siswa juga akan bertemu dengan pelajar lain dari berbagai negara yang juga berhasil meraih nilai ujian setifikasi tertinggi.

Salah satu alumnus SMAN 5 Malang, Christanti Yosefa, yang akrab disapa Tanti, memperoleh beasiswa dari program Pasch dan berangkat ke Jerman pada 2017. Tanti tinggal di kota kecil Hinterzarten di Jerman bagian selatan.

Selain kursus bahasa Jerman, ia juga belajar mengenai budaya dan melakukan kegiatan menarik lainnya seperti berolahraga, berkarya seni, menonton film, hingga berjalan-jalan ke kota lain yang letaknya cukup dekat dengan kota Hinterzarten.

“Sangat menyenangkan dan bikin kangen, karena nggak cuma belajar, tetapi juga bisa ketemu orang baru dari berbagai negara sekaligus lihat tempat baru yang bagus banget. Di sana juga ada salah satu kegiatan namanya Landerabend. Perwakilan setiap negara akan menampilkan budaya negaranya masing-masing.

Di situ kita bisa tahu banyak budaya dari negara lain,” katanya, Sabtu (5/10/2019).

Sayangnya, di Kota Malang baru SMAN 1 Malang dan SMAN 5 Malang yang bekerja sama dengan Goethe-Institut. Jika banyak sekolah bekerja sama, tentu lebih banyak kesempatan untuk para siswa.

“Harus sering update info beasiswa lain sih di lembaga kebudayaan negara yang bersangkutan. Kalau Jerman kan punya Goethe-Institut. Nah, di situ kita bisa gali informasi sebanyak-banyaknya. Ada banyak beasiswa lainnya kok,” pesan Tanti.

Ia mengingatkan, ada banyak cara untuk mewujudkan mimpi bersekolah di luar negeri dengan jalur beasiswa.

Selain untuk mengejar beasiswa, pelajar-pelajar di Indonesia dapat memiliki minat lebih untuk mempelajari bahasa asing di luar bahasa Inggris, karena hal ini tentu akan meningkatkan pengetahuan dalam lingkup global.

Berbagai jurnal terbit dalam bahasa asing, sehingga jika memiliki kemampuan bahasa asing, tentu akan menambah wawasan.

Dengan kemampuan penguasaan bahasa asing pula, pasti juga akan menguntungkan untuk bergaul dengan orang lain dari berbagai Negara. Itu dapat dimanfaatkan untuk saling belajar, berbisnis, ataupun hal positif lainnya.

Kirana Amara Putri
Mahasiswa Hubungan Internasional
Universitas Brawijaya
kiranaamara66@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved