Persadir Populerkan Lagi Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo

owner T&T Souvernir by Sani mengatakan, menyulam dengan teknik tusuk Kerawang Gorontalo sekarang ini jarang ditemukan.

Persadir Populerkan Lagi Teknik Menyulam Tusuk Kerawang Gorontalo
surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Para anggota Persadir melangsungkan kegiatan menyulam bersama ketika di Jatim Fair, Grand City Mall Surabaya, Rabu (6/10). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Persatuan Pengusaha Sulam dan Bordir (Persadir) Jawa Timur kembali mempopularkan teknik menyulam tusuk Kerawang Gorontalo, Rabu (6/10).

Belasan anggota Persadir dari berbagai kota di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Malang, Madiun, Probolinggo, Kediri, dan sebagainya bersama-sama membuat kreasi sulam tersebut di tengah keramaian gelaran Jatim Fair yang berlokasi di Grand City Mall Surabaya.

Sri Astuti, anggota Persadir yang berasal dari Kota Kediri sekaligus owner T&T Souvernir by Sani mengatakan, menyulam dengan teknik tusuk Kerawang Gorontalo sekarang ini jarang ditemukan.

"Teman-teman (Persadir) banyak yang tidak tahu mengenai teknik menyulam ini. Memang belum ada yang meneruskan dan menginovasikan sehingga belum dikenal secara luas," ungkap Sri Astuti.

Oleh karena itu, ia dan anggota Persadir lain berupaya untuk mempopulerkannya kembali.

"Kalau dulu, motif yang dihasilkan paling hanya pemandangan atau bangunan gereja. Kali ini polanya lebih bervariasi," tutur Sri.

Dulu teknik ini hanya diaplikasikan pada taplak. Sekarang bisa dikembangkan seperti pada item fashion.

Menyulam dengan teknik tusuk Kerawang Gorontalo atau yang baisa disebut teknik cabut benang ini, lanjutnya, akan menghasilkan motif yang cantik, seperti jajar genjang.

Pengrajin harus menghitung jumlah lubang yang akan diiris dengan ukuran motif yang disulam. Kemudian, mengiris dan mencabut benang satu per satu. Dalam teknik ini, tampak ruang-ruang kosong yang diisi dengan benang lain.

Sri pun memaparkan cara membuat motif jajar genjang menggunakan teknik tusuk Kerawang Gorontalo.

Halaman
123
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved