Berita Jombang

Pengepul Rongsokan Dapat Jutaan Rupiah Dari Nyambi Sebagai Kurir Sabu-sabu

Tersangka Budi sehari-hari sebagai pengepul rongsokan. Sedangkan pemilik barang, yang identitasnya sudah dikantongi petugas, masih dalam pengejaran.

Pengepul Rongsokan Dapat Jutaan Rupiah Dari Nyambi Sebagai Kurir Sabu-sabu
surabaya.tribunnews.com/sutono
Rekonstruksi penangkapan Budi, tersangka kurir sabu beromzet ratusan juta rupiah di Polres Jombang. 

SURYA.co.id, JOMBANG - Petugas Satres Narkoba Polres Jombang meringkus Budi (25), warga Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, yang disangka seorang kurir sabu-sabu, dengan omzet ratusan juta rupiah.

Tersangka Budi sehari-hari sebagai pengepul rongsokan. Sedangkan pemilik barang, yang identitasnya sudah dikantongi petugas, masih dalam pengejaran.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengungkapkan, tersangka ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Jombang saat sedang mengirim barang di Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin (7/10/2019) malam.

Mukid mengatakan, tersangka Budi sejak satu bulan terakhir ini memang menjadi target operasi (TO) polisi.

"Bd (Budi) ini sudah bertindak sebagai kurir sabu selama satu tahun. Namun baru kali ini bisa tertangkap, karena kelicinannya dan keahliannya," ungkap Mukid saat rekontruksi penangkapan Budi, di Mapolres Jombang, Rabu (9/10).

Dijelaskan Mukid, tersangka Budi memperoleh barang dari Surabaya dengan sistem ranjau. Sabu yang diterima Budi ini kemudian dikirim untuk wilayah Mojokerto dan Jombang.

Saat ditangkap, dari tangan Budi disita sabu 0,5 ons. Sabu tersebut sudah dikemas dalam bentuk pahe (paket hemat) ukuran 1-2 gram. Harganya, terang Mukid, sekitar Rp 70 juta.

"Barangnya sebagian sudah didrop di Mojokerto. Saat kami tangkap, barang buktinya hampir setengah ons, sisa dari pengiriman di Mojokerto. Kalau dirupiahkan, senilai hampir Rp 70 juta," imbuhnya.

Mukid menambahkan, Budi secara periodik mengambil barang ke Surabaya. Dalam sebulan, terang Mukid, setiap pekan rata-rata ambil barang 2 ons atau senilai sekitar Rp 280 juta.

Pengakuan tersangka, sambung Mukid, sebagai kurir Budi mendapat upah Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta setiap satu kali ambil barang.

"Jadi kalau satu bulan 4 kali ambil barang, berarti dia mendapatkan upah Rp 6 juta," papar Mukid.

Mukid menjelaskan, kini polisi terus mengejar bos dari tersangka kurir sabu ini atau pemilik barangnya. Mukid mengaku sudah mengantongi nama pemilik barang haram itu, yakni AR.

"Kami akan berkoordinasi dengan Polda Jatim berkaitan dengan teknologi informasi (TI). Karena mereka berkomunikasi tanpa adanya nomor ponsel yang keluar dari panggilan si BD ini," kata Mukid.

Selain barang bukti sabu, polisi juga mengamankan barang bukti satu alat timbang elektrik dan uang tunai Rp 450.000, yang diduga sebagai hasil penjualan sabu.

Polisi, kata Mukid, menjerat Budi dengan Pasal 114, 112 UU 35 tahun 2009. Ancamannya ancam hukuman penjara 25 tahun dan maksimal seumur hidup.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved