PAN Sebut Dua Figur Potensial di Pilwali Surabaya 2020 Siap Diusulkan ke Partai Lain

”Untuk memastikan calon dari luar atau yang diusung PAN, kami masih melihat perkembangan. Dari internal PAN, memang ada beberapa nama,” kata Abror

PAN Sebut Dua Figur Potensial di Pilwali Surabaya 2020 Siap Diusulkan ke Partai Lain
antara
Simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) mengacungkan jempolnya saat kampanye di Lapangan Bumi Tamalanrea Permai, Makassar, Sulsel, Kamis (3/4/2014). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Partai Amanat Nasional (PAN) masih mengutamakan kader internal untuk maju di pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya pada 2020 mendatang. Sekalipun baru mendapatkan dua kursi DPRD Surabaya, PAN cukup optimistis memiliki nilai tawar dalam mengusulkan figur ke mitra koalisi.

”Untuk memastikan calon dari luar atau dalam (yang diusung PAN), kami masih melihat perkembangan. Dari internal PAN, memang ada beberapa nama,” kata Direktur Bidang Media Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Dhimam Abror kepada Surya.co.id di Surabaya, Rabu (9/10/2019).

Abror lantas menyebut beberapa nama di antaranya. Misalnya, nama Juliana Evawati, Anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 dari Fraksi PAN. Juliana sebelumnya diusulkan oleh Barisan Muda (PAN) Jatim.

”Baliho sosialiasi Mbak Juliana juga sudah tersebar di beberapa titik,” kata Abror mengungkapkan.

Selain Juliana, Abror juga menyebut nama Haryanto. Haryanto saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya sekaligus Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Surabaya. 

”Mas Hariyanto, lawyer kita dan juga dekat dengan PAN Surabaya. Beliau cukup intensif komunikasi dengan kami,” kata Abror menjelaskan.

Di internal PAN, Haryanto disebut bukan hanya menjalin komunikasi dengan DPD PAN Surabaya, namun juga hingga pengurus DPW PAN Jatim. ”Beliau sudah aktif bergerak sehingga kami melihat beliau punya keinginan kuat. DPW juga merespon baik pula,” katanya.

Tak hanya dengan PAN, Abror juga menyebut Haryanto telah menjalin komunikasi dengan partai lain. Namun, Abror enggan menyebutkan detail parpol tersebut.

”Beliaunya cukup berjalan. Lobi beliau tidak dipermukaan, namun beliau jalan,” ungkap Abror yang juga mantan caleg DPR RI dari dapil Surabaya-Sidoarjo ini.

Di luar kader internal, pihaknya membuka peluang untuk mengusung dari luar partai. Apalagi, kalau calon tersebut diusulkan oleh parpol koalisi. ”Calon dari eksternal, kalau itu kemauan koalisi, pasti kami pertimbangkan,” kata Abror.

Pada prinsipnya, PAN mengutamakan kader internal di Pilwali Surabaya. Namun, dengan masih jauhnya jumlah kursi PAN di DPRD Surabaya untuk melengkapi syarat pencalonan (20 persen jumlah kursi DPRD atau 10 kursi DPRD Surabaya), PAN realistis.

”Kami mempertimbangkan jumlah kursi. Kalau tidak bisa menemukan koalisi, kami harus realistis (untuk tidak mengusung kader internal),” pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved