Maraknya Produk Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB e-commerce

Kendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan eksportir gunakan PLB

Maraknya Produk Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB e-commerce
istimewa
Suasana penandatangan deklarasi e-commerce Marketplace Go Global oleh perusahaan e-commerce, marketplace, asosiasi, UKM/IKM, perusahaan logistik berfoto bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai tandatangan deklarasi, Minggu, 6 Oktober 2019 di Jakarta 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan eksportir memanfaatkan Pusat Logistik Berikat (PLB e-commerce).

Menurut keterangan Menteri Perdagangan Engggartiasto Lukita saat berbicara pada kegiatan talkshow,” From Local Go Global,” di Jakarta, Minggu (6/10), selama ini produk yang dijual oleh pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan online (daring) adalah produk-produk asing.

“Untuk dapat mengendalikan peredaran produk-produk tersebut yang kebanyakan adalah produk impor, kami mendorong supaya produk yang sudah ber-SNI wajib agar memenuhi ketentuan tersebut, termasuk juga dilakukan kontrol terhadap aspek kesehatan dan pengendalian produk yang ada di bawah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)", jelas Enggar.

Selain, itu, pihaknya  ingin mendorong agar para pengusaha, khususnya perusahaan yang berskala kecil dan menengah, dan mereka yang sistem perdagangannya dilakukan secara e-commerce, dapat memanfaatkan platform PLB e-commerce.

"Kami inginnya kehadiran PLB e-commerce di Indonesia dimanfaatkan oleh para eksportir dan importir, sehingga nantinya kami juga akan mengadakan audit untuk bisa tahu, berapa kapasitas industri perusahaan. Untuk itu kami akan bekerja sama dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Bea dan Cukai, agar volume impor sesuai yang dibutuhkan." tegasnya.

Dengan demikian, volume impornya akan dikontrol, untuk menghindari terjadinya manipulasi data impor, dan juga kode HS (Harmonized System – HS). PLB e-commerce juga akan lebih banyak dioptimalkan untuk usaha kecil mikro dan menengah, melalui pemanfaatan gudang berikat, termasuk pengurusan prosedur ekspor dan impornya secara e-commerce.

Kemudahan Ekspor Melalui PLB e-commerce Presiden Direktur PT Uniair Indotama Cargo (UIC) Lisa Juliawati mengatakan, ada alternatif yang ditawarkan kepada para eksportir dan importir IKM – UKM, terutama dalam pemanfaatan bahan baku, ekspor dan impor melalui kawasan berikat, yang semuanya dilakukan dengan platform e-commerce secara lebih mudah.

“Saya ingin IKM dan UKM Indonesia bisa lebih maju dan menjadi pemain kelas dunia, seperti yang dilakukan Jack Ma lewat Alibaba.com. Dengan mengandalkan pengalaman kami yang yang sejak sekitar 30 tahun ini bergerak sebagai perusahaan “one stop logistic services,” sejak awal bulan Agustus yang lalu, kami sudah mulai soft launching PLB e-commerce di Indonesia," paparnya.

EFEK VIRAL Video Tangisan Castinah, Wanita Indramayu di Singapura, Ibu yang TKW di Arab Saudi Panik

Bakal Calon Kepala Daerah Nasdem Akan Sampaikan Visi Misi di Depan Publik

Uniair Cargo Store2go sudah mendapatkan izin sebagai perusahaan pertama PLB e-commerce di Indonesia. Para IKM dan UKM di Indonesia dapat memanfaatkan keberadaan PLB e-commerce dengan menjadikan Indonesia sebagai hub, termasuk bagaimana meng-handle cross border e-commerce, sehingga Indonesia bisa menjadi hub dalam perdagangan internasional.

Bulan September dan Oktober ini adalah masa integrasi sistem di dalam PLB e-commerce, sehingga dua bulan ini dimanfaatkan sebagai masa sosialisasi bagi para eksportir, importir, dan para pelaku e-commerce, agar memperoleh pengetahuan dan cukup informasi perihal PLB e-commerce. Misalnya dengan PLB e-commerce yang ada Indonesia, karena selama ini baru ada di Singapura, sehingga di Indonesia juga akan terjadi penambahan tenaga kerja di gudang-gudang berikat lokasi PLB e-commerce.

Halaman
123
Editor: Yoni
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved