Berita Surabaya

Kejahatan Jalanan dan Pencurian Masih Jadi Momok Warga Kota Surabaya

Statistik kepolisian menyimpulkan angka pada dua aksi kejahatan itu masih cukup besar di wilayah Surabaya.

Kejahatan Jalanan dan Pencurian Masih Jadi Momok Warga Kota Surabaya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Polrestabes Surabaya memamerkan 152 tersangka dan barang bukti hasil Operasi Sikat Semeru 2019 yang digelar selama 16 - 27 September 2019, Rabu (9/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejahatan jalanan dan pencurian masih menjadi momok bagi warga Kota Surabaya.

Statistik kepolisian menyimpulkan angka pada dua aksi kejahatan itu masih cukup besar di wilayah Surabaya.

Hasil itu terungkap setelah polisi melaporkan jumlah 98 kasus pencurian dan 97 kasus kejahatan jalanan serupa jambret dan begal dalam Operasi Sikat Semeru 2019 yang digelar pada, Rabu (9/10/2019) pagi.

"Dominasi kejahatan masih curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan) dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor)," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Rabu (9/10/2019).

Meski tinggi, Sandi menyebut jumlah angka kejahatan di Surabaya relatif menurun.

"Kerjasama dengan masyarakat sebagai upaya preventif dan preemtif untuk mencegah aksi kejahatan juga sudah dilakukan. Ada aplikasi Jogo Suroboyo yang sangat membantu proses kerja kami," tandasnya.

Dilaporkan, dalam operasi ini Polrestabes Surabaya menduduki peringat pertama ungkap terbanyak se jajaran Polda Jawa Timur.

Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 409 kasus dan 152 tersangka yang terdiri dari 202 kasus Curat, 98 kasus Curas, 97 kasus Curanmor, 8 kasus penyalahgunaan sajam/senpi dan Handak dan 4 kasus.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved