Berita Gresik

Warga Perumahan ABM Gresik Keluhkan Pagar Pergudangan ke Kapolres, ini Penyebabnya

Warga Perumahan Alam Bukit Mas (ABM) Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik mengeluhkan keberadaan pagar pergudangan.

Warga Perumahan ABM Gresik Keluhkan Pagar Pergudangan ke Kapolres, ini Penyebabnya
surya.co.id/sugiyono
KHAWATIR BENCANA - warga Perumahan ABM Desa Sekarkurung Kecamatan Kebomas menyampaikan keluhannya ke Kapolres Gresik terkait pembangunan pagar pergudangan yang meresahkan warga, Selasa (8/10/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Perumahan Alam Bukit Mas (ABM) Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik mengeluhkan pagar gudang ke Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo.

Keluhan tersebut terkait bangunan pagar kawasan pergudangan yang dekat dengan permukiman warga.

Warga ABM menyampaikan keluhan tersebut ketika Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo sidak ke lokasi bangunan di kawasan pergudangan Akses Kebomas yang dikelola PT Kebomas Makmur.

Warga mengaku khawatir terhadap bangunan pagar setinggi 6,5 meter dekat dengan pemukiman warga sebab tanah pergudangan lebih tinggi dari pemukiman warga.

"Bagaimana kalau terjadi musibah longsor dan kebakaran di gudang tersebut. Warga yang akan menerima dampaknya," kata Sucipto warga ABM, usai menyampaikan keluhan ke Kapolres Gresik, Selasa (8/10/2019).

Kedatangan Kapolres Gresik disambut juga oleh Kepala Desa Sekarkurung bersama BPD serta jajaran Polsek Kebomas. Maka, dalam pertemuan itu warga ingin pihak kepolisian segera menyelesaikan permasalahan tersebut, sebab sejak musim hujan kemarin warga sudah merasakan dampak banjir dari proyek pergudangan tersebut.

"Saat musim hujan kemarin, pemukiman warga banjir lumpur dari proyek pergudangan itu," imbuhnya.

Dari permasalahan tersebut, warga hanya ingin jarak pagar dengan lahan pemukiman dengan pagar pergudangan jaraknya sejauh 15 meter. "Pertimbangannya, tinggi pagar 6,5 meter, tinggi gudang bisa 12 meter. Sehingga kalau ada bencana longsor dan kebakaran masih ada lahan kosong yang ditanami penghijauan. Lihat, lahan seluas ini hanya beberapa persen penghijauannya," katanya.

Atas keluhan warga Perumahan ABM, Kusworo berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut ke pemerintah dan manajemen perusahaan PT Kebomas Makmur.

"Nanti saya pelajari peraturannya dan saya sampaikan ke Pemkab Gresik dan pihak perusahaan," kata Kusworo, yang juga alumnus Akpol 2000.

Dalam permasalahan ini, mantan Kapres Jember meminta warga untuk menahan emosi dengan tidak melakukan pengerusakan.

"Warga kami minta untuk tetap menahan emosi dengan tidak melakukan pengerusakan. Kami coba carikan solusinya agar permasalahan ini cepat selesai," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved