Kamis, 23 April 2026

Berita Jember

Wabup Jember: Ketidakpahaman Sejarah Berdirinya Bangsa Bisa Munculkan Gerakan Radikal

Ketidakpahaman terhadap sejarah berdirinya bangsa dan negara Indonesia menjadi salah satu penyebab munculnya gerakan radikal.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
surya.co.id/sri wahyunik
Seminar lintas agama yang digelar Gerakan Nusantara Bangkit (GNB) di IAIN Jember, Selasa (8/10/2019). 

Surya.co.id | JEMBER - Ketidakpahaman terhadap sejarah berdirinya bangsa dan negara Indonesia menjadi salah satu penyebab munculnya gerakan radikal.

Demikian dinyatakan Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief saat memberikan sambutan dalam seminar lintas agama yang digelar Gerakan Nusantara Bangkit (GNB) di IAIN Jember, Selasa (8/10/2019).

Dalam seminar yang bertema “Damai di Hati, Damai di Jiwa, Merajut Kebersamaan serta Membangun Kesatuan NKRI” ini, Wabup Muqit menegaskan mahasiswa perlu paham sejarah bangsa.

Menurutnya, jika mahasiswa sekarang tidak paham terhadap sejarah bangsa dan negaranya, bagaimana masa depan bangsa Indonesia ke depannya.

“Saya berbicara hari ini tidak untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Wabup Muqit juga mengajak semua elemen masyaakt untuk bersatu mewujudkan kedamaian dan kebersamaan.

Bersatu pada era saat ini adalah sesuatu yang sangat mahal. “Kita ini adalah senasib, satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” tuturnya.

Kebersamaan dan persatuan, lanjutnya, perlu ketulusan dan keikhlasan, perlu rasa kemanusiaan, dan perlu adanya toleransi yang tinggi.

Ketua Umum Gerakan Nusantara Bangkit (GNB), pendeta Zefanya Rahmat, menjelaskan, seminar umum gerakan persatuan ini diisi oleh tokoh-tokoh yang mampu menjadi perekat persatuan di Indonesia.

Menurutnya, perekat ini perlu, karena tidak dapat dipungkiri di tengah keberagaman sering memiliki potensi terjadinya gesekan atau perpecahan.

Ketika ada tata kelola yang bagus, lanjutnya, maka keberagaman itu justru menjadi kekuatan persatuan yang dahsyat.

“Dan peran tokoh agama, tokoh masyarakat dari berbagai elemen merupakan pemegang kunci utama untuk tercapainya persatuan dan terjalinnya persaudaraan bersama anak-anak bangsa Indonesia,” katanya.

Zefanya Rahmat berharap seminar itu dapat mewujudkan kesejahteraan, persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto menyampaikan, seminar ini sebagai satu semangat persatuan, dengan satu tujuan harus berani melawan orang-orang yang ingin merusak NKRI.

“Pemuda adalah garda terdepan melawan kelompok-kelompok yang ingin menggoyahkan Pancasila,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved