Berita Gresik

Pria Gresik Simpan Lima Burung Merak Hijau Seharga Rp 125 Juta, Berakhir di Kantor Polisi

Burung merak hijau itu merupakan satwa langka yang mulai sulit dijumpai di Pulau Jawa.

Pria Gresik Simpan Lima Burung Merak Hijau Seharga Rp 125 Juta, Berakhir di Kantor Polisi
surya.co.id/willy abraham
Deni Agus Saputra (31) diamankan bersama lima ekor burung merak hijau seharga Rp 125 juta yang diperliharanya di rumah mertua, Selasa (8/10/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Belasan satwa langka jenis burung dilindungi senilai ratusan juta rupiah disita Satreskrim Polres Gresik.

Selain itu, Polres Gresik juga menangkap Dani Agus Saputra (31) atas kepemilikan lima ekor burung merak hijau dalam keadaan hidup.

Burung merak hijau itu merupakan satwa langka yang mulai sulit dijumpai di Pulau Jawa.

Tersangka memiliki lima ekor merak hijau dan disimpan sejak telur dan ditetaskan sendiri menggunakan alat penetas ayam selama 27 hari hingga dewasa kemudian disimpan di dalam kandang di rumah mertuanya Slamet di Golokan, Sidayu.

"Disimpan di rumah mertuanya, langsung kita amankan, satu burung merak hijau itu harganya Rp 25 juta," ujar Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, satu orang berinisial D berstatus DPO.

Dia menyuruh pegawainya Heru dan Ferdi mengirim satwa langka dari Sumatera menuju Gresik.

Nah, burung langka itu disisipkan di dalam kandang burung yang memang diperjualbelikan untuk mengelabuhi petugas menggunakan mobil pick up.

Burung langka jenis Takur Api dan Tangkar Uli itu dibawa menuju Menganti.

Petugas langsung menggerebek lokasi penyimpanan burung langka di Menganti dan mengamankan enam ekor Takur Api seharga Rp 1 juta dua ekor Tangkar Uli seharga Rp 1,5 juta yang diperjual belikan di pinggir jalan.

"Kita jerat dengan pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya," tambahnya.

Kini, ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman paling lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved