Berita Tuban

Polisi Beberkan Fakta Salah Pemakaman Korban Kecelakaan di Tuban

Polsek Grabagan Tuban membeberkan fakta kejadian salah pemakaman korban kecelakaan yang dimakamkan di Desa Gesikan

Polisi Beberkan Fakta Salah Pemakaman Korban Kecelakaan di Tuban
SURYA.co.id/Mochammad Sudarsono
Warga Desa Gesingan rapat atas salah pemakaman korban kecelakaan. 

SURYA.co.id | TUBAN - Polsek Grabagan Tuban membeberkan fakta kejadian salah pemakaman korban kecelakaan yang dimakamkan di Desa Gesikan, Kecamatan setempat. Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Wartim (35), warga Dusun Jarum, Desa Prunggahan kulon, Kecamatan Semanding, mengalami kecelakaan di wilayah Brondong, Lamongan, hingga meninggal dunia dalam kondisi muka tidak dapat dikenali.

Pria tersebut mengendarai motor milik Sunarto (45), warga Desa Gesikan. Saat terjadi kecelakaan, korban tidak membawa identitas apapun. Polisi lalu memeriksa kendaraan motor tersebut dan menemukan identitas Sunarto.

Kapolsek Grabagan, AKP Ali Kantha mengatakan, saat itu polisi mengira yang terlibat kecelakaan adalah Sunarto karena korban tidak dikenali dan hanya terdapat identitas pemilik motor. Lalu akhirnya menghubungi pihak keluarga Sunarto dan meminta untuk mengambil jenazah di Puskesmas Brondong hingga akhirnya dimakamkan, Senin (7/10/2019), sore.

Tiba-tiba malam sekitar pukul 20.00 WIB Sunarto pulang ke rumah, warga pun termasuk keluarga kaget bukan main. Sebab warga masih ingat betul prosesi pemakaman Sunarto.

"Ya kaget bukan main, karena warga merasa telah memakamkan jenazah Sunarto dan tiba-tiba malam pulang," Ujar Kapolsek seusai menggelar rapat di balai desa setempat atas salah pemakaman, Selasa (8/10/2019).

Dia menjelaskan, jika keduanya memang saling kenal dan bekerja di Kecamatan Brondong, Lamongan. Sunarto merupakan pekerja bangunan, sedangkan Wartim abang becak.

Jadi saat itu Wartim meminjam motor Sunarto hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

Lalu Polsek Brondong menghubungi Polsek Grabagan atas kejadian tersebut.

Pihak keluarga Wartim juga tidak mempermasalahkan atas salah pemakaman itu, sehingga makam tetap di situ tidak di pindah.

"Pihak keluarga tidak mempermasalahkan atas salah pemakaman itu, hanya saja patok dan nama harus diganti sesuai dengan identitas korban yang sebenarnya," Pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved