Liputan Khusus

Pembangunan Bandara Kediri, Masih Ada 17 Hektare Lahan Warga yang Belum Dibebaskan

Beberapa lahan belum dibebaskan, luasnya sekitar 17 hektare. Pembebasan sisa lahan itu diprediksi selesai dalam satu atau dua bulan ke depan.

Pembangunan Bandara Kediri, Masih Ada 17 Hektare Lahan Warga yang Belum Dibebaskan
surya.co.id/mohammad romadoni
Sejumlah warga di Dusun Tanjung telah sepakat tanah dan rumahnya dibebaskan. Mereka telah meninggalkan kediaman mereka beberapa waktu yang lalu. Kini yang tersisa hanyalah puing-puing rumah bekas pembongkaran, Rabu (2/10/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jatim tentu berupaya mendorong percepatan pembangunan Bandara Kediri.

Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri terkait pembebasan lahan.

Sebetulnya pembangunan Bandara Kediri diharapkan bisa dibangun tahun ini.

Namun, ada kendala beberapa lahan belum dibebaskan, luasnya sekitar 17 hektare.

Pembebasan sisa lahan itu diprediksi selesai dalam satu atau dua bulan ke depan.

"Sekarang bukan ganti rugi konsennya, tapi ganti untung. Sebab, harga pembebasan di atas rata-rata dari harga umum. Dan bila masih belum ada titik temu, nanti panitia pembebasan tanah diambil alih Pemkab dan BPN setempat. Mudah-mudahan tak ada halangan," katanya saat dihubungi Surya, Senin (7/10/2019).

Fattah menyebutkan, pembangunan Bandara Kediri sudah sangat mendesak direalisasi.

Sebab, wilayah Tulungagung, Blitar, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek butuh infrastruktur bandar udara.

"Adanya Bandara Kediri ini nantinya bisa mengakselarasi aktivitas ekonomi di wilayah selatan Jatim. Harapannya juga pertumbuhan ekonomi di sana makin menggeliat," ujarnya.

Selain itu, kapasitas Bandara Juanda dalam menampung penumpang dinilai Fattah telah over capacity.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved