Ekonomi Bisnis

CEO Citibank Sebut Ekonomi Digital Indonesia yang Diprediksi Tumbuh Bisa Jadi Pendorong Perbankan

Citibank NA Indonesia meyakini bisnis perbankan ke depan bisa meningkat sejalan dengan potensi bertumbuhnya digital ekonomi di Indonesia.

CEO Citibank Sebut Ekonomi Digital Indonesia yang Diprediksi Tumbuh Bisa Jadi Pendorong Perbankan
surya/ahmad zaimul haq
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi (kanan) bersama Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki dalam acara pemaparan perkembangan bisnis dan kinerja keuangan Citibank N.A., Indonesia periode semester 1 2019 di Hotel JW Marriot Surabaya, Selasa (8/10/2019). Citibank N.A., Indonesia (Citibank) berhasil membukukan laba bersih Rp 1,6 triliun pada Semester 1 2019, didukung oleh kenaikan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 8 persen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Potensi digital ekonomi di Indonesia di tahun ini telah mencatatkan pertumbuhan hingga 40 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Pada 2025, pertumbuhan itu diprediksi akan berkembang menjadi 133 miliar dolar AS.

"Hal itu didorong pertumbuhan ekonomi dari sektor digital seperti e-commerce, market place, dan finansial technologi dan lainnya," kata Batara Sianturi, CEO Citibank saat Media Update Market Citibank, Selasa (8/10/2019) di Surabaya.

Dengan adanya hasil tersebut, Citibank NA Indonesia meyakini bisnis perbankan, salah satunya di sektor penyaluran kredit, ke depan bisa meningkat sejalan dengan potensi bertumbuhnya digital ekonomi di Indonesia.

"Digital ekonomi Indonesia tumbuh tinggi di Asean. Ini bisa kita lihat urbanisasi yang terjadi, lalu tren pembangunan infrastruktur atau transportasi yang berfokus pada perkotaan, bahkan sektor culinary juga luar biasa tumbuhnya. Ini good news buat indonesia," ungkap Batari.

Untuk mengakomodir perkembangan digital ekonomi tersebut, Citibank telah memiliki dua platform aplikasi digital yakni Citi Direct untuk mengakomodir kebutuhan nasabah korporasi baik untuk transaksi payment, collection dan traffic management.

Sedangkan Citi Mobile yang mengakomodir kebutuhan nasabah konsumer banking seperti tabungan, investasi reksadana atau lainnya, hingga untuk proteksi asuransi.

Batara mengakui pada semester I tahun ini tren penyaluran kredit dari berbagai sektor bisnis cukup terhambat dan tidak sebesar tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh adanya penundaan komitmen kredit dari nasabah seperti adanya momen pemilu presiden, dan agenda-agenda lainnya.

"Semester I ini hampir stagnan, karena yang seharusnya ada komitmen kredit di kuartal II ditunda ke akhir tahun, atau yang harusnya komit di kuartal 4, kelihatannya baru bisa terealisasi awal 2020," jelasnya.

Meski begitu, kinerja Citibank semester I/2019 masih menunjukkan pertumbuhan positif pada kinerja laba bersih yang mencapai Rp1,6 triliun atau tumbuh 97 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved