Berita Jember

Pemkab Jember Berikan Bantuan Stimulan Untuk Difabel dan Minoritas

Pemkab Jember menyalurkan bantuan stimulan kepada warga difabel dan kelompok minoritas. Apa bentuknya?

Pemkab Jember Berikan Bantuan Stimulan Untuk Difabel dan Minoritas
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember, Faida, menyerahkan bantuan stimulan kepada difabel di Jember. 

SURYA.co.id | JEMBER -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyalurkan bantuan stimulan kepada warga difabel dan kelompok minoritas. Bantuan stimulan diberikan kepada mereka yang telah mengikuti pelatihan.

Bantuan stimulan itu diberikan kepada 72 orang penerima, Senin (7/10/2019). Ke-72 orang itu terdiri atas 48 warga difabel, dan 24 orang dari kelompok minoritas dari 13 kecamatan di Jember.

Bupati Jember, Faida mengatakan, sebelum penerima mendapatkan bantua stimulan, mereka dilatih.

"Mereka mendapatkan pelatihan ketrampilan, ada di bidang tata rias, boga, menjahit, juga perbengkelan," ujar Bupati Faida.

Melalui pelatihan itu, diharapkan mereka memiliki ketrampilan, dan semakin terasah. Bantuan stimulan itu, lanjut Faida, diharapkan bisa menunjang ketrampilan mereka.

"Sehingga bisa mandiri, berdaya guna, dan bisa mencari nafkah," lanjutnya.

Pada pelatihan juga diberikan bimbingan sosial, keagamaan, pengetahuan dan keterampilan sesuai bakat minat, untuk meningkatkan edukasi masyarakat terhadap disabilitas dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sementara, bantuan stimulan ini juga sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember agar mereka mampu hidup mandiri serta memiliki semangat dan kecintaan kerja setelah membuka usaha.

Berbagai jenis pelatihan diberikan, di antaranya untuk kalangan disabilitas ada pelatihan menjahit (16 orang, bantuan stimulan berupa 1 paket alat menjahit), pelatihan tata boga (16 orang bantuan stimulan berupa 1 paket peralatan membuat kue basah dan kering) dan pelatihan tata rias (16 orang diberikan bantuan berupa 1 paket alat tata rias). Sedangkan untuk kalangan minoritas ada pelatihan tata rias (24 orang bantuan stimulant 1 paket alat tata rias).

Dengan waktu pelatihan yang bervariatif, yakni untuk kelompok disabilitas pelatihan tata boga dan tata rias selama 7 hari, menjahit selama 15 hari. Sedangkan untuk kelompok minoritas, pelatihan dilaksanakan selama 5 hari.

Pelatihan ini dipusatkan di UPT Latihan Kerja Disnakertrans Propinsi Jawa Timur, dengan berbagai sumber dan tenaga pelatihan yang berkompeten.

Bupati Faida berharap, dengan adanya bantuan stimulan ini dapat mempersiapkan dan mematangkan kemampuan mereka sehingga mampu bersaing dan memberikan kontribusi yang positif kepada pembangunan daerah, karena kalangan disabilitas dan kelompok minoritas juga memiliki potensi yang besar untuk memajukan daerahnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved