Berita Tulungagung

Pembuat Batako Terjerat Narkotika Setelah Menjadi Tukang Ranjau Sabu-sabu

“Sabu-sabu upah dari H inilah yang dia konsumsi. Sisanya kemudian dijual lagi, per paket seharga Rp 200.000,” ujar Suwancono.

Pembuat Batako Terjerat Narkotika Setelah Menjadi Tukang Ranjau Sabu-sabu
Yeargan Barber & Kert
ilustrasi sabu-sabu 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Yulius Prasetyo (28), warga Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ditangkap anggota Satreskoba Polres Tulungagung, Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 21.00 WIB di rumahnya.

Yulius diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Polisi menemukan barang bukti narkotika berbentuk kristal ini seberat 1,3 gram.

Selain itu ada sejumlah barang bukti yang ditermukan, seperti dua pipet kaca, bong (alat isap sabu), ponsel, uang tunai hasil penjualan sabu sebanyak Rp 400.000, timbangan digital, buku tulis, dan satu kotak bekas ponsel.

“Yang bersangkutan telah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskoba, AKP Suwancono, Senin (7/10/2019).

Suwancono mengungkapkan, penangkapan Yulius bermula dari laporan warga, ada peredaran sabu-sabu di wilayah Desa Ngunut.

Anggota Satrekoba Polres Tulungagung kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil mengendus aktivitas Julius.

Setelah mempunyai cukup bukti, polisi kemudian menangkap Yulius usai melakukan transaksi.

“Saat itu ada empat paket kecil sabu-sabu di sakunya. Ada juga sejumlah alat untuk mengunsumsi dan mengemas sabu-sabu,” sambung Suwancono.

Kepada penyidik, Yulius mengaku baru lima bulan berjualan sabu-sabu.

Kesehariannya, ayah satu anak ini bekerja sebagai pembuat batako.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved