Berita Entertainment

Jadi Film yang Tuai Kontroversi Kekerasan, Joker Raup Untung Rp 3,26 T dan Tumbangkan Rekor Venom

Jadi Film yang Tuai Kontroversi Kekerasan, Joker Raup Untung Rp 3,26 T dan Tumbangkan Rekor Venom

Jadi Film yang Tuai Kontroversi Kekerasan, Joker Raup Untung Rp 3,26 T dan Tumbangkan Rekor Venom
variety.com
Jadi Film yang Tuai Kontroversi Kekerasan, Joker Raup Untung Rp 3,26 T dan Tumbangkan Rekor Venom 

SURYA.co.id - Sejak dirilis 2 Oktober 2019, film Joker mendapat banyak perhatian tak hanya dari penggemarnya saja, tapi juga non-penggemar.

Meski Joker jadi film terlaris pada sepekan penayangannya, film produksi Warner Bros ini juga tuai kontroversi di kalangan masyarakat, terkait isu mental yang dibawa.

Film Joker menceritakan tentang seorang badut bernama Arthur Fleck, yang diperankan oleh Joaquin Phoenix.

Fleck tinggal di Kota Gotham bersama ibunya. Ia memiliki mimpi untuk menjadi seorang pelawak.

Film ini menceritakan kehidupan Arthur Fleck sebelum berubah menjadi karakter Joker dan meneror Kota Gotham.

Joaquin Phoenix perankan karakter Arthur Fleck atau Joker dalam Film Joker.
Joaquin Phoenix perankan karakter Arthur Fleck atau Joker dalam Film Joker. (variety.com)

Fleck adalah seorang pelawak yang menderita penyakit mental.

Setelah mengalami berbagai permasalahan, Fleck berubah. Ia mulai menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan permasalahan dan menikmati dampak yang terjadi setelahnya.

Berikut ini sejumlah kontroversi dari Film Joker yang dirangkum SURYA.co.id melansir Kompas.com dalam artikel "Menelaah Joker dan Kontroversi Kekerasan di Baliknya".

1. Film Joker dianggap mendukung kekerasan

Kisah hidup Arthur Fleck yang diceritakan di film ini dinilai memiliki kemiripan dengan kondisi masyarakat, khususnya di Amerika Serikat (AS).

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved