BPBD Jatim Sebut Kebakaran di Gunung Semeru Sudah Terkendali

"Sebenarnya dari penanganan di hari Senin pekan lalu sudah padam apinya. Saat ini masih ada api-api kecil tapi tidak berbahaya," katanya.

istimewa
Wakapolda Jatim, Brigjen Toni Hartanto dan jajaran Forkopimda Lumajang saat berada di Ranupani Lumajang untuk berkoordinasi pemadaman kebakaran kawasan Gunung Semeru 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya pemadaman kebakaran yang melanda kawasan Gunung Semeru mulai menampakkan hasil. 

Hal itu seperti disampaikan kepala BPBD Jatim, Subhan Wahyudiono 

Dia menyebut bahwa saat ini titik kebakaran sudah jauh dari Ranu Pani dan dari pemukiman serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas pendakian. 

Dia mengatakan, saat ini belum dibutuhkan penanganan kebakaran hutan dengan menggunakan pesawat udara maupun helikopter. 

"Sebenarnya dari penanganan di hari Senin pekan lalu sudah padam apinya. Saat ini masih ada api-api kecil, tapi kami memastikan bahwa ini tidak membahayakan," kata Subhan, Senin (7/10/2019).

Saat ini total masih ada 25 petugas yang standby dan mengawasi di Gunung Semeru jikalau masih ada api-api kecil yang muncul. Personel tersebut merupakan gabungan dari BPBD Lumajang, TNBTS, Koramil dan relawan.

"Total lahan yang terbakar di Semeru ada 101 hektar. Saat ini tinggal api-api kecil, petugas memadamkan secara manual, dan masih terus melakukan pembasahan lahan," lanjut Subhan.

Subhan menjelaskan, penanganan kebakaran di Gunung Semeru beda dengan penanganan di Gunung Arjuno yang menggunakan helikopter.

Di Gunung Semeru tingkat kecuramannya tidak sedalam Gunung Arjuno. Begitu juga dengan ketinggiannya. Di Arjuno lalu, titik kebakarannya terjadi di daerah yang tingkat kemiringannya mencapai 60 derajat.

"Dan luasannya lebih besar. Di Arjuno 300 hektar. Sulit jika dilakukan pemadaman manual. Dan ada kekhawatiran muncul korban fauna dan flora jika tidak segera dipadamkan. Sedangkan Gunung Semeru sejauh ini alhamdulillah masih bisa dilakukan dengan manual," ucapnya.

Selain itu untuk pemadaman di Gunung Arjuno lalu Pemprov Jawa Timur juga mendapatkan bantuan dari BNPB. Sedangkan jika saat inipun BNPB juga masih fokus pemadaman di kawasan yang terjadi karhutla di Riau maupun Jambi.

"Tapi intinya yang tadi. Di Semeru sejauh ini masih bisa ditangani manual. Dan berdasarkan analisa yang punya wilayah kondisinya masih aman. Serta lahan yang terbakar juga ilalang," katanya.

Pihaknya berharap agar dalam waktu dekat hujan bisa turun dan memadamkan titik api yang masih ada di Jawa Timur khususnya di Gunung Semeru. Pemprov bersama forkopimda juga sudah melakukan salat istisqo atau salat mohon hujan.

"Kita harap segera turun hujan, agar bisa memadamkan secara merata titik titik yang masih ada hot spot," tegas Subhan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved