Berita Sidoarjo

BBKSDA Jatim Imbau Warga Lamongan Hindari Buaya yang Muncul di Sungai Bengawan Solo Wilayah Glagah

BBKSDA Jawa Timur imbau masyarakat untuk menghindari buaya yang muncul di Sungai Bengawan Solo wilayah Glagah, Lamongan.

BBKSDA Jatim Imbau Warga Lamongan Hindari Buaya yang Muncul di Sungai Bengawan Solo Wilayah Glagah
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Sejumlah warga melihat kemunculan buaya di Bengawan Solo di wilayah Glagah, Lamongan, Minggu (6/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO -
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur imbau masyarakat untuk menghindari buaya yang muncul di Sungai Bengawan Solo wilayah Glagah, Lamongan.

Hal itu dilakukan agar buaya tak merasa terusik sehingga tidak menimbulkan konflik antara masyarakat dengan satwa liar tersebut.

Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan BBKSDA Jatim, Nur Rohman mengatakan semua satwa liar dapat menyerang siapa saja bila dirinya merasa terancam.

"Contohnya buaya yang termasuk satwa liar, bisa saja merasa terganggu. Sehingga si buaya akan menyerang sebagai wujud insting pertahanan dirinya," ujarnya Rohman, Senin (7/10/2019).

Rohman juga mengakui, bahwa pihaknya belum diberitahu adanya informasi penampakan buaya di wilayah Lamongan.

"Saya belum mendapat datanya sehingga tidak bisa memastikan ada berapa ekor buaya dan jenisnya. Namun kemungkinan besar jenis satwanya merupakan buaya muara," tambahnya.

Rohman juga menambahkan agar masyarakat segera melaporkan hal tersebut kepada kantor KSDA setempat.

"Nantinya satwa tersebut bisa diketahui apakah perlu segera dilakukan penanganan penangkapan atau tidak. Karena penangkapan baru dilakukan bila berpotensi sangat membahayakan warga sekitar," terangnya.

Rohman juga mengakui beberapa sungai di wilayah Jatim bisa saja menjadi habitat buaya muara.

"Karena memang buaya muara, sumber makanannya adalah ikan dan hewan lainnya yang ada di sungai. Oleh karena itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas mencari ikan yang berlebihan di sungai agar sumber makanan untuk buaya tersebut selalu tersedia," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved