Berita Pasuruan

Anggota DPRD Dibentak Oknum Dokter RSUD Bangil Pasuruan, Kerabat Meninggal Diduga Lambat Penanganan

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono, mengaku pernah mengalami pengalaman buruk berobat di RSUD Bangil

Anggota DPRD Dibentak Oknum Dokter RSUD Bangil Pasuruan, Kerabat Meninggal Diduga Lambat Penanganan
surya/rahadian bagus
Suasana lorong RSUD Bangil 

SURYA.co.id | PASURUAN - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono, mengaku pernah mengalami pengalaman buruk berobat di RSUD Bangil. Saat menjenguk keluarganya yang dirawat inap di ruang Jantung dan Paru, Joko justru mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan.

Ia mendapat keluhan dari pasien yang tidak divisit dokter yang bertanggung jawab terhadap pasien atas nama Eko di ruang HCU Lantai III. Ketika ia mengonfirmasi perkembangan pasien ke dokter tersebut, bukan keterangan baik dan valid yang didapatkan.

Disampaikan dokter, pasien yang terindikasi sakit paru-paru dengan kondisi terakhir sel darah putih 116, sementara tiga hari sebelumnya kondisi sel darah putih 161.

“Saya mengingatkan bahwa itu salah. Tapi bukannya meminta maaf, oknum dokter itu justru membentak saya dan mengaku tidak takut dengan LSM,” kata Joko, Senin (7/9/2019).

Saat menemui dokter itu politisi Partai NasDem tersebut tidak mengungkapkan dirinya sebagai anggota dewan.

Joko kemudian menjelaskan dirinya bukanlah LSM seperti yang dituduhkan untuk menakut-nakuti paramedis.

Ia adalah keluarga pasien yang ingin mendapatkan perkembangan kesehatannya.

“Saya tidak perduli kamu LSM, suami saya tentara,” ujar Joko menirukan ucapan oknum dokter itu.

Mendapat perlakuan tidak mengenakkan, Joko melaporkan sikap dan tindakan paramedis tersebut ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

"Saking lambatnya penanganan, saudara saya ini sampai meninggal dunia," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Agung Basuki, menyebut kondisi ini tidak boleh dibiarkan.

Agung berharap seharusnya dokter harus bersikap dan berperilaku pofesional dalam menangani pasien.

"Tindakan tidak terpuji tersebut akan segera kami selidiki. Managemen rumah sakit harus melakukan evaluasi terhadap dokter yang arogan,” tandas Agung.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved