Berita Gresik

Pemkab Gresik akan Patenkan Perahu Khas Masyarakat Nelayan Bawean ke UNESCO, ini Tujuannya

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menaiki perahu jhukong untuk melihat keindahan terumbu karang di Pantai Jhembengan, Pulau Cena, Bawean.

Pemkab Gresik akan Patenkan Perahu Khas Masyarakat Nelayan Bawean ke UNESCO, ini Tujuannya
surya.co.id/sugiyono
INDAH - Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menaiki perahu  jhukong untuk melihat keindahan terumbu karang di Pantai Jhembengan, Pulau Cena, Bawean, Minggu (6/10/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemkab Gresik akan mematenkan perahu nelayan masyarakat Pulau Bawean, jhukong, ke UNESCO.

Perahu khas di Pulau Bawean tersebut sebagai sarana transportasi bagi nelayan dan wisatawan.

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim saat mengunjungi Pulau Cena dalam rangka festival Pulau Cena, Minggu (6/10/2019).

Parade jhukong sebutan perahu tradisional di Pulau Bawean, merupakan perahu kecil sebagai ikon Bawean yang digunakan nelayan dalam mencari ikan di laut.

Ciri khasnya jhukong terlihat artistik dengan penyeimbang berupa bambu dibagian kanan dan kiri perahu. Kemudian, perahu tersebut sebagai sarana transportasi bagi nelayan dan wisatawan di pantai Jhembengan Desa Teluk Jati Dawang, Kecamatan Tambak.

"Kita kukuhkan Jhukong sebagai ikon nelayan Pulau Bawean. Kemudian dibawa ke UNESCO agar dipatenkan menjadi khas Bawean Kabupaten Gresik," kata Qosim, melalui rilis Humas Pemkab Gresik, Minggu (6/10/2019).

Selama ini di Pantai Jhembengan, pulau Cena terdapat pemandangan bawah laut dengan terumbu karang yang masih terjaga dengan air laut yang masih jernih. Sehingga, perahu-perahu jhukong tersebut sangat cocok untuk wisatawan.

"Bawean punya banyak tempat yang eksotis dengan keindahan alamnya. Ini salah satunya, keindahan Pulau Cena dengan terumbu karangnya yang masih alami. Ditambah lagi airnya yang berwarna biru dan jernih," katanya.

Ia menambahkan, Pulau Cena sangat cocok disinggahi wisatawan, utamanya wisatawan yang hobi snorkling. "Yang hobinya snorkling, pasti sangat suka di tempat ini," imbuhnya.

Melihat potensi yang dimiliki Bawean saat ini serta perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata pulau Bawean, Qosim berharap kepada masyarakat untuk saling kerjasama dalam menjaga dan merawat potensi yang ada.

Sebab, pemerintah daerah juga berupaya untuk menarik minat wisatawa agar berkunjung ke Bawean.

"Apabila masyarakat saling kerjasama dalam menjaga kelestarian alam di Bawean, maka Pemerintah daerah juga akan ikut andil dalam mempromosikan pariwisata Bawean kepada wisatawan. Baik itu domestik maupun mancanegara," katanya.

Dengan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan nantinya grafik kunjungan wisata di Bawean juga akan meningkat.

"Ini juga akan berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat Bawean. Misalnya, ada produk unggulan yang bisa di buat oleh masyarakat dan bisa dijual kepada wisatawan. Bisa berupa kuliner ataupun souvenir," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved