Lapor Cak

Pakai e-Tilang Lebih Mudah

"Pas kena razia langsung saja bilang ke polisinya, minta e-tilang. Nanti akan diberi surat tilang berwarna biru," ujar seorang warga bernama Agus.

Pakai e-Tilang Lebih Mudah
surya.co.id/m taufik
E-TILANG - Seorang warga menunjukkan surat tilang warna biru. Surat tilang model untuk untuk proses e-tilang. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tilang menjadi sesuatu yang banyak diperbincangkan di Sidoarjo belakangan ini. Maklum, jumlah warga yang kena tilang terus meningkat seiring getolnya razia dan penertiban kendaraan di jalan yang dilakukan petugas kepolisian.

Bahkan, beberapa waktu lalu ribuan warga harus rela berjubel dan antre di kejaksaan untuk mengambil tilangan. Warga harus antre berjalam-jam, sementara petugas kejaksaan juga sampai kelabakan melakukan pelayanan.

Padahal, untuk mengurus tilang sejatinya sudah ada program yang sangat mudah. Yakni e-tilang. Tinggal bayar ke bank, kemudian menunjukkan bukti ke petugas kepolisian, bisa mengambil tilangan.

Dan sejauh ini juga sudah banyak warga Sidoarjo yang memanfaatkan fasilitas itu. Agus misalnya, mengaku sudah dua kali mengurus tulangnya lewat program tersebut.

"Pas kena razia langsung saja bilang ke polisinya, minta e-tilang. Nanti akan diberi surat tilang berwarna biru, kemudian diminta nomor handphone oleh petugas kepolisian," ujar bapak satu anak yang tinggal di Sukodono tersebut.

Beberapa saat kemudian, warga yang kena tilang akan menerima sms. Isinya 15 digit kode Briva Tilang dan nominal denda yang harus dibayar.

"Dari situ kemudian tinggal ditransfer saja lewat Bank BRI sebagaimana besaran nominal seperti yang tertera pada sms. Bukti transfer itu lalu dibawa ke Satlantas Polresta Sidoarjo," urainya.

Dengan menunjukkan bukti transfer dan surat tilang warna biru ke petugas, SIM atau STNK yang kena tilang bisa langsung diambil. "Setahu saya, selama ini sudah banyak juga yang memakai e-tilang. Dua kali saya ambil, selaku ada banyak warga lain yang juga mengambil kok," sebut dia.

Hal serupa disampaikan Ardian, warga Sidokare. Dia juga pernah kena tilang dan meminta surat tilang biru atau e-tilang. Diakuinya proses pengambilan tilang juga lebih mudah ketimbang harus antre di kejaksaan.

"Waktu itu saya kena denda Rp 50.000 karena terkena tilang saat melanggar lalu lintas di Gajahmada. Saya langsung minta surat tilang biru, dan ternyata prosesnya memang lebih mudah," akunya.

Beberapa tetangganya juga disebut demikian. Minta e-tilang, kemudian transfer dan tinggal ambil di Satlantas. Ada yang kena denda Rp 75.000, ada juga temannya kena denda Rp 125.000. Tergantung jenis pelanggaran.

Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved