Breaking News:

Berita Pasuruan

Minim Fasilitas, PUSAKA Pasuruan Sebut Rest Area Tol Gempas Tak Layak

rest area Tol Gempol - Pasuruan (Gempas) minim fasilitas. Berbeda dari fasilitas rest area tol yang lain

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
surya/galih lintartika
Kondisi rest area yang memprihatinkan di Tol Gempas 

Surya sempat mengecek dan melihat langsung rest area Tol Gempas ini. Kondisinya memang sangat jauh dari kata layak. Di rest area ini, ada beberapa kontainer bekas yang dimodifikasi.

Ada yang peruntukannya untuk Musala pria dan wanita, ada toilet pria dan wanita, dan ritel modern atau minimarket yang dimiliki dan dikelolah Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) salah satu pondok pesantren (ponpes) di Pasuruan.

Di bangunan yang berbentuk persegi panjang ini pengguna jalan bisa beraktivitas. Ke kamar mandi, sekadar untuk salat dan berbelanja makanan atau minuman di minimarket tersebut.

Selanjutnya, ada tenda - tenda kecil yang dilengkapi dengan kursi dan meja kayu. Ini biasanya digunakan pengguna jalan untuk bersantai dan melepas lelah. Akan tetapi, jumlahnya pun terbatas.

Seperti yang diberitakan Surya sebelumnya di tahun 2018, rest area Tol Gempol - Pasuruan (Gempas) dipastikan tidak diisi dengan produk mancangera atau merk asing. Dari awal, Jasa Marga memang ingin mengedepankan kearifan lokal.

Sejak awal, Jasa Marga memang akan membantu mengembangkan produk lokal Kabupaten Pasuruan. Jasa Marga komitmen untuk memberikan wadah dan kesempatan bagi UMKM atau produk lokal khas Kabupaten Pasuruan untuk bisa dijual di rest area ini.

Rest area Tol Gempas ini berdiri di lahan seluas lima sampai tujuh hektar. Tol Gempas memiliki panjang 34,15 kilometer (km). Terdiri dari tiga seksi yakni, seksi I, Tol Gempol-Rembang sepanjang 13,9 km, Seksi II, Rembang – Pasuruan sepanjang 6,6 km. Seksi III, Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 kilometer dan masih dalam tahap konstruksi bangunan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved