Berita Banyuwangi

Kisah Porter Pendamping Pendaki Gunung Raung yang Terjebak:Lebih Baik Mati Berusaha daripada Membeku

Para pendaki yang terjebak saat kebakaran Gunung Raung, Jawa Timur, Jumat (4/10), dihadapkan pada situasi serba sulit.

Kisah Porter Pendamping Pendaki Gunung Raung yang Terjebak:Lebih Baik Mati Berusaha daripada Membeku
Foto: istimewa
Gunung Raung di Banyuwangi yang terbakar pada Jumat siang (4/10/2019). Sebanyak 13 pendaki yang terjebat saat itu dihadapkan pada pilihan yang sulit. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Para pendaki yang terjebak saat kebakaran Gunung Raung, Jawa Timur, Jumat (4/10), dihadapkan pada situasi serba sulit.

Memilih bertahan akan mati kedinginan, atau turun tapi menerjang api. Mereka akhirnya memilih pilihan kedua.

Setidaknya, apabila nasib mereka buruk, setidaknya mereka mati dengan berusaha bertahan hidup.

Terdapat 13 orang yang terjebak di tengah kebakaran yang melanda Gunung Raung.

Dua orang porter, dua guide, dua pendaki dari Indonesia, serta tujuh warga asal Singapura.

Mereka sedang istirahat di camp 9. Pendaki dari Singapura dan tiga pendampingnya, baru saja turun dari puncak setelah menginap semalam.

Kondisi mereka kelelahan. Sementara pendaki dari dalam negeri hendak naik ke puncak.

Sekitar pukul 11.30, Wageono, seorang porter yang tengah mendampingi tamunya dari Singapura, turun hendak memasak di camp 7.

"Saat itu saya mencium bau asap. Ternyata sudah sudah ada api. Saya coba padamkan sebisanya tapi kian membesar," kata Wageono.

Dia lalu naik lagi untuk mengabarkan pada rombongan di camp 9. Saat itulah, mereka menghubungi petugas pos jaga melalui HT.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved