Minggu, 12 April 2026

Berita Lamongan

Saat Warga Mantup Lamongan Ramai-ramai Lakukan Gropyokan Tikus

Puluhan anggota TNI - Polri bersama masyarakat melakukan aksi gropyokan memburu populasi hama tikus di sawah dan tegalan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Acara gropyokan tikus oleh warga Mantup dalam peringatan HUT TNI ke 74, Sabtu (5/10/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Ada beragam cara dalam mengisi rangkaian HUT TNI ke 74, Sabtu (5/10/2019).

Merebaknya hama tikus di wilayah Lamongan ternyata juga menjadi ide bagi TNI - Polri dan perangkat desa untuk mengisi HUT TNI.

Puluhan anggota TNI - Polri bersama masyarakat melakukan aksi gropyokan memburu populasi hama tikus di sawah dan tegalan.

"Acara gropyokan ini sekaligus merayakan dan memperingati HUT TNI," kata Kades Bakalan Pule Kecamatan Tikung Lamongan, Zamroni yang menjadi koordinator acara gropyokan kepada SURYA.co.id, Sabtu (5/10/2019).

Pihaknya bersama masyarakat petani, TNI dan Polri turun gunung bersama-sama warga menggelar gropyokan tikus.

Kami ingin berbagi kebahagiaan untuk memperingati HUT TNI dengan menggandeng langsung Polri dan petani dengan acara yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Zamroni

Zamroni menambahkan, petani secara sukarela urunan membawa beras satu kantong plastik untuk dikumpulkan bersama di balai desa setempat.

"Setelah itu beras tersebut dicampur dengan racun tikus untuk di semai ke sawahnya masing-masing berbarengan bersama anggota TNI dan Polri," kata Zamroni.

Menurut Zamroni, kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan menjelang musim tanam dan salah satu upaya untuk memberantas tikus.

Sementara itu pihak koramil juga mengaku bangga dengan warga yang memberikan momen terindah pada HUT TNI ke 74.

"Kami sangat bersyukur karena tetap teguh untuk selalu dekat dengan masyarakat terutama petani. Sebab, masyarakat petani adalah mitra kita di akar rumput," kata Danramil Tikung, Kapten Taman.

Keikutsertaan TNI dan Polri dalam gropyokan tikus ini, lanjut Taman, adalah untuk menjaga semangat budaya Indonesia, yaitu gotong royong.

Taman menjelaskan, aksi memberantas tikus sebagai upaya bersama agar hama tikus tidak menyebar dan berkembang biak sebelum masuk masa tanam.

Di Desa Bakalanpule ini, personil TNI dan Polri bahu membahu hama tikus dengan sasaran ada di 4 dusun yakni di Dusun Bakalan, Pule, Tikung dan Sekargeneng.

"Ini yang harus kita rawat, semangat kebersamaan dan semangat persatuan," imbuhnya.

Diawali dengan tumpengan dan doa bersama, personil TNI dan Polri ini kemudian bersama petani melebur jadi satu turun ke sawah.

Aksi memberantas tikus ini sebagai upaya pencegahan sebelum masuk masa tanam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved