Grahadi

Beranda Grahadi

Pemprov Jatim Kaji Detail Plan Pengambangan Wisata BTS, Kereta Gantung Bakal Didanai Investor Swiss

Proyek strategis nasional BTS ini adalah satu di antara dua proyek strategis nasional lain yang ada di Jawa Timur

Pemprov Jatim Kaji Detail Plan Pengambangan Wisata BTS, Kereta Gantung Bakal Didanai Investor Swiss
SURYA.co.id/Benni Indo
Sejumlah jeep melintas di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa kawasan Bromo - Tengger - Semeru (BTS) menjadi proyek strategis nasional.

Proyek strategis nasional BTS ini adalah satu di antara dua proyek strategis nasional lain yang ada di Jawa Timur. Di mana selain BTS, juga ada proyek koneksitas kawasan Gerbangkertasusila dan juga Selingkar Wilis.

Dikatakan Khofifah, pihaknya sudah melakukan kajian bersama pemerintah pusat. Bahkan kajian sudah masuk ke detail plan yang membahas sampai detail teknis untuk proyek strategis nasional BTS.

Di antaranya yang juga menjadi ikon pengembangan di kawasan BTS adalah akan adanya kereta gantung di BTS. Sarana wisata ini akan memudahkan wisatawan menikmati keindahan BTS. Khususnya sunrise di Bromo yang biasanya dinikmati di kawasan Penanjakan .

"Kami sudah melakukan detail plan dengan Kemenko Maritim bersama Setkab juga. Dan ini diskusinya sangat intens. Kalau nggak kita ke Jakarta mereka datang ke Jawa Timur karena sudah masuk proyek strategis nasional," kata Khofifah, Sabtu (3/10/2019).

Khofifah ingin agar dengan adanya pengembangan wisata di BTS maka bisa menambah lama waktu berkunjung dari para wisatawan atau lenght of stay. Khususnya yang menjadi sasaran utama adalah wisatawan asing dari Eropa. Yang biasanya hanya menghabiskan waktu dua hari saja di Jawa Timur. Yaitu satu hari di Bromo, satu hari di Gunung Ijen.

"Dalam penyusunan detail plan ini kita sampaikan kembali titik-titik mana saja yang akan menjadi fokus. Yang membangun siapa dan biayanya dari mana. Nah Kementerian Pariwisata menyampaikan ke kita khusus untuk cable car pada titik-titik tertentu akan ada investor dari Swiss," tegas Khofifah yang juga pernah menjabat Mensos RI ini.

Untuk mekanisme investor ini, sudah ada komunikasi dengan pemerintah pusat. Di mana leading sectornya ada di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dengan cable car, maka wisatawan akan diajak untuk menikmati pengalaman baru untuk menikmati kawasan BTS. Terutama juga untuk meningkatkan akses jalan yang saat ini sangat kecil untuk menuju ke atas.

Berdasarkan informasi yang diterima Pemprov, menurut kepala Bappenas, investor dari Swiss yang akan memberikan support untuk cable car ini sudah memiliki pengalaman yang teruji dalam mengembangan kereta gantung.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga tengah menyusun paket-paket wisata di kawasan BTS agar bisa membuat wisatawan semakin betah. Termasuk wisatawan yang datang dari Malang, Surabaya maupun Probolinggo.

"Kita sedang petakan wisatawan yang datang dari Malang kita nanti bisa tawarkan sehari di Bromo ,sehari lagi di Malang. Begitu juga yang dari arah Probolinggo sehari bisa digunakan menikmati indahnya Bromo, lalu sehari lagi turun melihat mangrove dan seterusnya," urai Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved