Kronologi Pelaku Mutilasi 20 Wanita Dipenjara Lebih dari 600 Tahun, Begini Aksi Kebrutalan Mereka

Berikut Kronologi Pelaku Mutilasi 20 Wanita Dipenjara Lebih dari 600 Tahun, Begini Aksi Kebrutalan Mereka

Kronologi Pelaku Mutilasi 20 Wanita Dipenjara Lebih dari 600 Tahun, Begini Aksi Kebrutalan Mereka
nakedsecurity.sophos.com
Ilustrasi: Pelaku Mutilasi 20 Wanita Dipenjara Lebih dari 600 Tahun 

SURYA.co.id - Kronologi pelaku pembunuhan dan mutilasi 20 wanita dihukum penjara selama 654 tahun

Pelaku pembunuhan dan mutilasi 20 wanita tersebut merupakan pasangan suami istri bernama Carlos Hernandez Bejar (38) dan Patricia Martinez (44) itu dijuluki sebagai "Monster dari Ecatepec"

Pasutri yang dipenjara selama 654 tahun karena memutilasi 20 wanita itu berasal dari wilayah Ecatepec, Meksiko.

Dilansir dari Sosok.id dalam artikel 'Mutilasi 20 Wanita dan Beri Makan Anjing Peliharaannya Hati Para Korban, Pasutri Dipenjara 624 Tahun, Pengakuannya Sungguh Mengejutkan', mereka ditangkap polisi Meksiko pada bulan Oktober 2018 ketika sedang jalan santai sambil mendorong kereta bayi.

Namun, isi dari kereta bayi itu bukanlah anak manusia, melainkan sisa-sisa mutilasi dari tubuh korban yang mereka bunuh.

Carlos Hernandez Bejar (38) dan Patricia Martinez (44) pelaku pembunuhan 20 wanita di Ecatepec, Meksiko.
Carlos Hernandez Bejar (38) dan Patricia Martinez (44) pelaku pembunuhan 20 wanita di Ecatepec, Meksiko. (CEN via Mirror)

Setelah menggeledah rumah mereka, polisi mendapati sisa-sisa tubuh beberapa wanita yang menjadi korban kebrutalan mereka.

Usai ditgangkap, Juan mengaku telah membunuh 20 wanita.

Selain menghabisi nyawa korbannya, ia juga turut memasak daging korbannya.

Tak hanya itu, hati para korbannya itu juga ia berikan pada anjing peliharaannya sebagai pakan.

Dilansir dari Metro, Juan juga mengaku dia hendak membunuh 100 wanita.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved