Citizen Reporter

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Bagi Cara Olah Kacang Rendah Lemak

Kadar lemak yang rendah pada produk kacang goreng dapat dicapai dengan pengolahan yang benar.

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Bagi Cara Olah Kacang Rendah Lemak
ist/citizen reporter
Kacang 

SURYA.co.id - Kacang goreng merupakan salah satu jenis camilan yang banyak digemari masyarakat. Berbagai varian rasa mudah dijumpai di pasaran seperti kacang bawang, kacang telur, kacang disko, dan sebagainya.

Akan tetapi, untuk kalangan tertentu, sering menghindari mengonsumsi kacang goreng karena kandungan lemak kacang maupun minyak gorengnya. Selain itu, rasanya juga tidak bervariasi.

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mendampingi mitra industri rumah tangga (IRT) yang memiliki usaha kacang goreng dalam melakukan inovasi produk, baik kualitas maupun inovasi rasa, Jumat (13/9/2019).

Kegiatan pengabdian masyarakat itu dengan skema Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) itu berlangsung di tempat produksi mitra di Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.

Pendampingan berlangsung enam bulan dengan sesekali berpraktik di laboratorium teknologi pengolahan pangan, FTP, KWMS. Para mitra IRT belajar dan berlatih mengembangkan produk kacang goreng rendah lemak yang memiliki variasi rasa gulai, rendang, dan rawon.

Menurut Thomas Indarto, salah satu anggota tim pengabdian masyarakat, kadar lemak yang rendah pada produk kacang goreng dapat dicapai dengan pengolahan yang benar. Prinsipnya, kacang yang telah disortasi, kemudian dipanaskan selama sekitar 30 menit.

Selanjutnya, dilakukan pengepresan untuk mengeluarkan minyak dalam kacang secara optimal. Kacang lantas direndam dalam bumbu gulai, rendang, atau rawon. Supaya bumbu lebih meresap, air rendaman dipanaskan sampai mengering.

Kacang lalu digoreng hingga berwarna kuning keemasan dan ditiriskan serta dimasukkan ke dalam alat pemutar/spinner untuk mengeringkan minyak. “Setelah proses spinner, kacang dianginkan dan siap dikemas,” kata Thomas.

Selama pelatihan, para mitra IRT mendapatkan pula pengetahuan mengenai sanitasi atau kebersihan lingkungan produksi beserta peralatan dan pembuatan desain kemasan yang menarik. 

Tak ketinggalan, mereka belajar mengemas dengan meminimalkan kontak produk dengan udara yang dapat mengakibatkan menurunnya kerenyahan.

Pemasaran dilakukan online melalui platform berjualan seperti Tokopedia dan Bukalapak.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan mitra dapat meningkatkan kualitas produk dan kuantitas penjualannya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tambah Thomas.

Ignasius Radix AP Jati
Dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
radix@ukwms.ac.id

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved