Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Akan Tetapkan Benteng Kedung Cowek Sebagai Cagar Budaya, SK Selesai Bulan Depan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan kajian dan penelitian untuk menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan Cagar Budaya.

surya/nuraini faiq
Warga berfoto di Benteng Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (18/7/2019). Benteng ini sejak era penjajah belum terjamah hingga saat ini. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan kajian dan penelitian untuk menetapkan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengaku masih meneliti dan mengkasi proses penetapan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya.

"Mudah-mudahan di bulan depan selesai SK penetapannya," kata Antiek.

Antiek mengaku masih terus berkoordinasi untuk menyiapkan seluruh hal dalam penetapan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya.

"Karena kan kami harus ke lapangan mengukur berapa sih bangunannya, jumlahnya, luasnya, melakukan penggambaran," kata Antiek.

Menurut Antiek, kajian yang dilakukan pihaknya untuk memetakan antara bangunan asli atau otentik dan bangunan tambahan yang berada di lokasi.

Jika hal itu selesai, lanjut Antiek, pihaknya akan kembali mengecek ke lapangan serta akan mulai menyusun catatan sejarahnya.

"Kemudian ini kita proses penetapan," tambah Antiek.

Antiek menuturkan, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga sudah pernah bertemu dengan pihak Kodam V Brawijaya untuk membahas terkait penetapan Benteng Kedung Cowek sebagai cagar budaya.

"Kita pertemuan dengan Pangdam, Ibu (Risma) minta izin, nanti akan dibentuk, dibahas seperti apa akan didiskusikan lebih lanjut," terang Antiek.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Surabaya bakal menjadikan Benteng Kedung Cowek sebagai bangunan cagar budaya.

Benteng Kedung Cowek berada di Kecamatan Bulak yang merupakan kawasan pesisir pantai utara Surabaya. Di kawasan ini, memang Pemkot tengah menggenjot menjadikan destinasi wisata.

"Ada peninggalan-peninggalan (sejarah) yang juga bisa kita jadikan wisata," kata Risma beberapa waktu lalu.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved