Berita Madiun

Pelaku Gangguan Jiwa, Polisi Hentikan Penyidikan Pembunuhan Pria oleh Istrinya Sendiri di Madiun

polisi berencana menghentikan proses penyidikan karena berdasarkan keterangan ahli, tersangka yang istri korban mengalami gangguan jiwa.

Pelaku Gangguan Jiwa, Polisi Hentikan Penyidikan Pembunuhan Pria oleh Istrinya Sendiri di Madiun
surya.co.id/rahadian bagus
Ruko tempat ditemukannya Darwin Susanto alias Anto tewas dipasangi garis polisi, Kamis (29/8/2019). 

SURYA.co.id|MADIUN - Penyidik Satreskrim Polres Madiun akan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) dalam penyidikan kasus pembunuhan warga Nganjuk bernama Darwin Susanto (35).

Darwin tewas dibunuh di ruko yang ia sewa di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada 11 Agustus 2019 silam. 

Darwin Susanto ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di kamar tidur oleh adik iparnya, Susilo.

Dari hasil keterangan saksi, ahli dan bukti petunjuk, polisi menetapkan istri korban, Mira Happy (31) sebagai tersangka.

Namun, polisi berencana menghentikan proses penyidikan karena berdasarkan keterangan ahli, tersangka mengalami gangguan jiwa.

"Kami sudah mengantongi saksi ahli bahwa dia dinyatakan gangguan jiwa.  Dia tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, Jumat (4/9/2019) siang.

Dari hasil pemeriksaan dokter dan psikiater, tersangka dinyatakan mengalami Skizofrenia Paranoid atau gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang mengalami halusinasi dan delusi secara berlebihan.

Secara riwayat medis, MH juga sempat menjadi pasien rumah sakit jiwa Nganjuk. Terakhir kali MH ini dirawat di RSJ Nganjuk pada 2018.

Pihak rumah sakit pun telah merekomendasikan agar tersangka ini direhabilitasi. Sebab, dikhawatirkan tersangka akan kembali melakukan tindakan yang sama terhadap orang lain.

"Saat ini pelaku sedang menjalani rehabilitasi di panti rehabilitasi Kediri. Nanti rencananya akan dipindah dirawat di RSJ Lawang, Malang atau di RSJ Menur, Surabaya," jelasnya.

Logos menambahkan, alasan penghentian kasus ini berdasarkan Pasal 44 KUHP yang berbunyi ; "Tiada dapat dipidana barang siapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya, sebab kurang sempurna akalnya atau sakit berubah akal."

Rencananya, penerbitan SP3 akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah dilakukan gelar perkara dengan menghadirkan dari pihak keluarga korban.

Diberitakan sebelumnya, seorang penjual baju asal Nganjuk, Darwin Susanto, ditemukan tewas di kamar tidur di ruko yang dia kontrak di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu malam (11/8/2049).

Saat ditemukan, Susanto sudah tak bernyawa dengan kondisi penuh luka di tangan, perut, wajah dan kelaminnya.

Sehari-hari, Susanto tinggal bersama istri dan anaknya di ruko yang digunakan untuk berjualan baju. Namun, pada saat ditemukan, istri dan anak korban tidak berada di lokasi. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved