Citizen Reporter

Menghidupkan Literasi Lewat Bimtek Literasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahap IV di Kota Batu

Dengan literasi peserta didik SMK yang orientasi lulusannya untuk kerja dapat membantu memecahkan masalah yang terjadi di dunia kerja.

Menghidupkan Literasi Lewat Bimtek Literasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahap IV di Kota Batu
ist/citizen reporter
Literasi 

Menghidupkan Literasi Lewat Bimtek Literasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahap IV

SURYA.co.id - Sebanyak 152 peserta terdiri atas peserta dan guru pendamping memenuhi hall lantai 3 Hotel
Batu Suki Kota Batu pada 27-29 September 2019.

Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi Kegiatan Bimtek Literasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahap IV yang disampaikan oleh para narasumber. Selama tiga hari mereka belajar dan mendalami praktik literasi yang baik di
SMK.

Salah satu narasumber, David Ming, memacu motivasi peserta dengan materi menulis semudah tersenyum. David Ming yang merupakan penulis dan praktisi perbukuan memberikan tantangan kepada seluruh peserta untuk membuat puisi dengan waktu terbatas.

Proses itu semakin menarik karena David mengharuskan membuat puisi berdasarkan huruf depan nama panggilan masing-
masing peserta.

Ada beragam materi berkaitan dengan praktik literasi yang dapat dijadikan bekal oleh para peserta seperti pengembangan sudut baca di sekolah, gerakan literasi sekolah, implementasi kegiatan literasi di SMK, dan membangun budaya literasi sekolah.

Materi itu disampaikan Sugeng Wahyu Ariadi (Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur), Abdul Hamid (Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur), Wawan Eko Yulianto (Dosen Universitas Ma Chung Malang), dan Djoko Saryono (Dosen Universitas Negeri Malang).

Dedi Jayadi, Kasi Pengembangan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan imtek Literasi SMK adalah wadah untuk menjembatani kebutuhan literasi di SMK.

Dengan literasi peserta didik SMK yang orientasi lulusannya untuk kerja dapat membantu memecahkan masalah yang terjadi di dunia kerja. Dengan literasi dapat menguatkan kemampuan peserta didik SMK membuat analisis risiko dan meningkatkan
keterampilan individu.

Praktik literasi di sekolah tidak hanya membaca dan menulis. Ada banyak dimensi yang bisa dikembangkan mulai dari pengembangan hobi olahraga, seni, kuliner, atau dalam pengembangan keterampilan tertentu. Dengan praktik secara langsung akan dapat meningkatkan daya metakognisi seseorang, yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan mampu
mengambil simpulan.

Perubahan lanskap dunia sangat cepat. Proyeksi kebutuhan abad ke-21, karakter, kompetensi, dan literasi harus ditanamkan secara utuh kepada peserta didik. Dengan demikian dapat tercapai kompetensi empat pilar pendidikan.

Belajar untuk mencari tahu (learning to know), belajar untuk mengerjakan (learning to do), belajar untuk menjadi sesuatu learning to be), belajar untuk hidup bersama dalam kedamaian (learning to live together in peace).

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pemelajaran yang warga sekolahnya literat sepanjang hayat. Dibutuhkan strategi membangun budaya literasi yang tepat dengan mengondisikan lingkungan fisik ramah literasi, mengupayakan lingkungan sosial dan efektif sehingga menjadi SMK literat.

Abdul Majid Hariadi
Guru SMK Negeri 1 Sidoarjo
majidsmkn1_sda@yahoo.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved