Pilwali Surabaya 2020

Jelang Pilwali Surabaya, NU Sudah Komunikasi dengan 8 Partai Politik Pemilik Kursi di DPRD

Pimpinan Cabang NU (PCNU) Surabaya menyebut sudah ada delapan partai politik yang melakukan komunikasi dengan pihaknya.

Jelang Pilwali Surabaya, NU Sudah Komunikasi dengan 8 Partai Politik Pemilik Kursi di DPRD
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Jajaran pengurus Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di DPRD Kota Surabaya berkunjung ke Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya, Rabu (18/9/2019). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Sikap Nahdlatul Ulama (NU) termasuk hal yang paling ditunggu dalam Pemilihan Walikota Surabaya 2020 mendatang.

Pimpinan Cabang NU (PCNU) Surabaya menyebut sudah ada delapan partai politik yang melakukan komunikasi dengan pihaknya.

Berdasarkan penjelasan Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri, delapan partai politik tersebut juga memiliki kursi di DPRD Surabaya berdasarkan hasil pemilu 2019. Yakni, PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, PAN, hingga NasDem.

”Hampir semua partai yang memiliki kursi di DPRD sudah menjalin komunikasi dengan kami. Hanya PPP dan PSI yang belum (berkomunikasi),” kata Kiai Muhibbin kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (4/9/2019).

Di dalam pembicaraan tersebut, Kiai Muhibbin menyebut masing-masing partai politik ingin NU ikut mengambil sikap di pemilu.

”Utamanya di dalam keikutsertaan membangun Surabaya ke depan,” kata Kiai Muhibbin menyebut hasil pertemuan.

Sekalipun demikian, pertemuan dengan masing-masing partai belum menghasilkan kesimpulan. ”(Pembicaraan) Masih bersifat umum. Apalagi, saat ini proses pemilu kan masih berjalan dan cukup panjang,” kata Kiai Muhibbin.

NU sebagai salah satu ormas yang menjunjung tinggi pilar demokrasi berkomitmen tak akan abses di pilwali. Apalagi, masyarakat disebut memiliki antusiasme besar untuk mengajak serta NU di pilwali.

”Masyarakat berharap NU ikut memberikan masukan di dalam proses politik. Sekalipunb demikian, muaranya tetap di partai politik sebagai pengusung calon,” jelasnya.

Terkait kandidat yang diinginkan oleh NU, Kiai Muhibbin menyebut beberapa kriteria. Pertama, pemimpin di Surabaya harus bisa merepresentasikan kultur masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved