Grahadi

Beranda Grahadi

Buka BBW 2019, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Gemar Membaca Untuk Membuka Jendela Dunia

Bazar buku terbesar yakni Big Bad Wolf (BBW) kembali diselenggarakan, ini adalah kali keempat BBW diselenggarakan di Kota Surabaya

Buka BBW 2019, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Gemar Membaca Untuk Membuka Jendela Dunia
Istimewa/Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Bazar buku terbesar yakni Big Bad Wolf (BBW) 2019, di JX International Convention Exhibition Surabaya, Kamis (3/10/2019) sore. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bazar buku terbesar yakni Big Bad Wolf (BBW) kembali diselenggarakan, ini adalah kali keempat BBW diselenggarakan di Kota Surabaya.

Bazar buku yang diselenggarakan sekaligus untuk memperingati HUT ke-74 Provinsi Jatim ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di JX International Convention Exhibition Surabaya, Kamis (3/10/2019) sore.

Saat membuka BBW, Gubernur Khofifah mendorong masyarakat terutama anak-anak untuk gemar membaca sekaligus meningkatkan minat baca.

Gemar membaca ini menjadi bagian dalam program Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Cerdas.

“Membaca menjadi bagian dari proses pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari kita bersama-sama ikut mensosialisasikan agar masyarakat gemar membaca dan terus meningkatkan minat baca masyarakat terutama anak-anak karena membaca sama dengan membuka jendela dunia,” katanya.

Untuk itu, Khofifah mengajak masyarakat terutama anak-anak untuk rajin membaca buku yang bisa memberikan inspirasi, semangat dan motivasi diri sehingga bisa membangun keyakinan dan kepercayaan akan masa depan.

“Mari membangun kekuatan dari dalam diri kita sendiri melalui buku yang kita baca. Keyakinan akan masa depan juga bisa kita dapatkan bila kita gemar membaca,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Jatim, pada tanggal 14 September lalu saat Hari Kunjungan Perpustakaan, Khofifah mengajak ibu-ibu, para guru dan anak-anak untuk berkunjung ke perpustakaan.

“Memang awalnya ada yang hanya sekedar mencari wifi gratis atau tempat charger, tapi ini sudah satu langkah untuk mengajak mereka mau ke perpustakaan. Nanti lama-lama kami yakin ini bisa mendorong minat baca mereka,” katanya.

Menurur Khofifah, ada tahapan listening society di mana orang lebih suka mendengarkan. Kemudian masuk ke dalam schooling society. Setelah itu, tahapan berikutnya adalah reading society dan setelah itu writing society.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved