Berita Jember

Bapak dan Anak Berkomplot Bobol Rumah Tetangga Lalu Bawa Kabur Perhiasan dan Elpiji

Polisi menangkap bapak dan anak di Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, karena membobol rumah tetangga dan mencuri perhiasan

Bapak dan Anak Berkomplot Bobol Rumah Tetangga Lalu Bawa Kabur Perhiasan dan Elpiji
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER - Polisi menangkap bapak dan anak di Desa Gelang Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Keduanya adalah Sadi (43) dan Rudi Wijaya (20). Keduanya diduga mencuri sejumlah barang dari rumah Bu Suna (57), tetangga mereka.

Pencurian itu terjadi pada 1 Oktober 2019 lalu.

Penangkapan bapak dan anak itu dilakukan polisi setelah Bu Suna melapor ke Mapolsek Sumberbaru.

Kepada polisi dia mengaku rumahnya dibobol maling pada Selasa (1/10/2019) dini hari.

Barang yang hilang dari rumah Bu Suna antara lain dua tabung elpiji ukuran 5 Kg, satu ember plastik buah kopi tanpa biji, satu unit ponsel, satu unit tablet, dan 9,5 gram gelang emas.

Suna mengetahui ada pencurian di rumahnya, ketika bangun tidur, melihat pintu dapur terbuka. Setelah mengecek barang di rumahnya, ternyata sejumlah barang yang ada di dapur dan lemari miliknya raib. Pencurian itu akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Sumberbaru.

Polisi pun langsung menyelidiki laporan itu. Polisi melakukan olah TKP. Dari penyelidikan itu, pelaku pencurian mengerucut kepada Sadi, tetangga Suna.

Sadi sendiri merupakan residivis yang belum lama keluar dari penjara. Dia dipenjara juga karena kasus pencurian. Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi mendapati jika pencurian tidak dilakukan oleh Sadi seorang diri, namun bersama sang anak yakni Rudi Wijaya.

"Pelaku masuk rumah saat korban terlelap tidur. Bangun tidur, korban mendapati pintu dapur rumahnya terbuka. Dari laporan korban, kami lakukan penyelidikan dan mengarah kepada dua orang pelaku tersebut," ujar Kapolsek Sumberbaru AKP Subagio, Jumat (4/10/2019).

Polisi telah membekuk keduanya. Polisi menemukan barang bukti ember plastik milik Suna di rumah mereka. Ember plastik itu berisi kopi.

Sadi dan Rudi terancam hukuman tujuh tahun penjara karena diduga melakukan tindak pencurian dengan pemberatan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved