DPRD Sidoarjo

Alasan Pembentukan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo Diminta Pilihan Ulang 

Dua orang anggota BK menyatakan meprotesnya. Mereka adalah Wisnu Pradono dari PDIP dan Bangun Winarso dari PAN.

surya/m taufik
Suasana pengucapan sumpah janji anggota DPRD Sidoarjo periode 2019-2024, Rabu (21/8/2019). Pembentukan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo diminta pilihan ulang karena dianggap salahi tatib. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo dinilai telah menyalahi tata tertib (tatib) dewan. Menariknya, yang mengungkap kesalahan itu adalah anggota BK sendiri.

Dua orang anggota BK menyatakan meprotesnya. Mereka adalah Wisnu Pradono dari PDIP dan Bangun Winarso dari PAN.

Mereka menilai, mekanisme pemilihan BK yang digelar pekan lalu tersebut menabrak aturan.

"Jelas melanggar, dan ini harus dikoreksi. Aturan dibuat sendiri tapi dilanggar sendiri," kata Wisnu, Kamis (3/10/2019).

Wisnu mengungkapkan pembentukan BK DPRD Sidoarjo tertuang dalam tatip pasal 48 ayat 3. Yakni anggota BK dipilih dari dan oleh anggota DPRD maksimal lima orang.

Kemudian calon yang mendapatkan suara terbanyak ditetapkan menjadi pimpinan BK.

Tapi menurutnya, dalam prosesnya kemarin tidak seperti itu alias tidak sesuai aturan.

Dalam proses pemilihan BK DPRD Sidoarjo pekan lalu, setiap fraksi diminta mengusulkan nama.

Dari situ hasilnya ada lima nama yang disampaikan, yakni M Nizar dari Golkar, Ainun Jariyah PKB, Wisnu Pradono PDIP, Bangun Winarso dari PAN, dan Basor dari Gerindra.

"Itu artinya, proses pemilihan BK bukan dari anggota dewan," tukas politisi muda tersebut.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved