Press Release

Rayakan Hari Batik 2019, Pertamina EP Asset 4 Cepu Beri Bantuan IPAL untuk Perajin Batik Blora

PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field memberikan bantuan IPAL kepada perajin Batik Pratiwi Krajan di Kelurahan Ngelo, Cepu, Kabupaten Blora

Rayakan Hari Batik 2019, Pertamina EP Asset 4 Cepu Beri Bantuan IPAL untuk Perajin Batik Blora
istimewa
IPAL bantuan dari PT Pertamina EP Asset 4 Cepu yang diberikan kepada perajin batik di Blora, Jawa Tengah, sebagai bagian dari program CSR. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field memberikan bantuan kepada perajin Batik Pratiwi Krajan di Kelurahan Ngelo, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober kemarin.

Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk ikut mengembangkan batik ramah lingkungan. Karena bantuan yang diberikan berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) batik kepada perajin yang menjadi salah satu binaan Pertamina EP tersebut.

"IPAL tersebut nantinya juga akan dibangun di Kelompok Batik Manggar di Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. IPAL merupakan strategi dan sistem yang dirancang untuk mengatasi isu kesehatan, produksi bersih, dan ramah lingkungan," kata Afwan Daroni, Cepu Field Manager di kantor Pertamina EP Group di kawasan Veteran, Surabaya.

IPAL tersebut dibangun dengan kapasitas limbah cair sebanyak 20 meter kubik atau setara dengan 400 potong kain batik.

Sistem pengolahan limbah mencakup ilmu Kimia, Biologi dan Fisika menggunakan biofilter dan arang.

"Di mana air limbah yang dibuang ke lingkungan, mengikuti Permen KLHK Nomor 5/2014 tentang Ketentuan Baku Mutu Air Limbah Industri Tekstil," jelas Afwan.

Selain bangunan fisik IPAL, Cepu Field juga memberikan pelatihan pengoperasiannya serta pengolahan daur ulang malam bekas bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

"Kami targetkan penggunaan daur ulang malam sampai 98 persen sehingga mendapatkan sertifikat industri hijau. Nantinya bisa menjadi batik ramah lingkungan," tambah Afwan.

Ketua Kelompok Batik Pratiwi Krajan, Pancasunu Puspitosari, menuturkan bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan industri batik rumahan.

Panca menerangkan selama ini sudah ada bak limbah sederhana.

Namun dengan berjalannya waktu, Panca mengakui kualitas baku mutu air untuk dibuang ke lingkungan sudah mulai menurun seiring dengan banyaknya jumlah batik yang diproduksi.

“Dengan dukungan tersebut, kami merasa tak canggung lagi kepada lingkungan masyarakat, terutama persoalan limbah. Justru kami bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa batik yang diproduksi sudah ramah lingkungan," ungkap Pancasunu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved