Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk akan Dorong Perkembangan Ekonomi Mandiri Warga, Ini Tujuannya

Pemkab Nganjuk terus berupaya mendorong perkembangan ekonomi mandiri. sudah diagendakan berbagai kegiatan dalam RAPBD 2020

Pemkab Nganjuk akan Dorong Perkembangan Ekonomi Mandiri Warga, Ini Tujuannya
surya.co.id/istimewa
Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi 

SURYA.co.id | NGANJUK - Pemkab Nganjuk terus berupaya mendorong perkembangan ekonomi mandiri. Ini setelah kondisi perekonomian warga Kabupaten Nganjuk dinilai mulai menunjukkan geliat cukup baik.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengatakan dalam upaya mendorong ekonomi mandiri tahun depan sudah diagendakan berbagai kegiatan dalam RAPBD 2020. Mulai kegiatan pelatihan hingga pemberian bantuan modal kepada pelaku ekonomi mandiri.

"Mudah-mudahan saja, rencana kegiatan tersebut disetujui dalam APBD 2019 oleh DPRD Nganjuk," kata Kang Marhaen, panggilan Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi, Kamis (3/10/2019).

Kang Marhaen menuturkan mendorong perkembangan ekonomi mandiri menjadi agenda penting Pemkab Nganjuk, seperti berdirinya mal, kafe, restoran, warung dan sebagainya, yang dikelola secara profesional.

Di mana lokasi dari tempat usaha mandiri tidak harus di Kota Nganjuk, melainkan di berbagai wilayah di kota Kecamatan hingga pedesaan.

"Yang jelas, kami akan dorong pertumbuhan ekonomi mandiri di Kabupaten Nganjuk. Karena pertumbuhan ekonomi mandiri akan berdampak langsung pada peningkatak ekonomi rakyat Nganjuk," ucap Kang Marhaen.

Sementara Bupati Nganjuk Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, menyatakan pertumbuhan ekonomi mandiri di Kabupaten Nganjuk akan terus didorong.

Salah satunya dengan menciptakan sinergitas dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Nganjuk.

"Sinergitas itu bisa berupa pemberdayaan lingkungan di sekitar lokasi pabrik," kata Mas Novi, panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat.

Wujud sinergitas itu sendiri, ungkap Mas Novi, yakni dengan memberikan kesempatan kepada warga sekitar pabrik untuk membuka warung memenuhi kebutuhan makan dan minum pekerja.

Perusahaan pemilik pabrik dimungkinkan untuk tidak memberi tempat kepada warga di luar Nganjuk membuka warung di kawasan pabrik.

"Kami kira apabila sinergitas perusahaan dan lingkunganya bisa terjalin dengan baik maka munculnya persoalan sosial bisa diminimalisir," tutur Mas Novi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved