Berita Surabaya

Pakaian ala ASN & Bawa Stiker 'Tidak Terima Sumbangan', Pria Surabaya Sukses Menipu, ini Tampangnya

Berbekal pakaian meryerupai aparatur sipil negara (ASN) dan stiker "Tidak Menerima Sumbangan", Moch Hanafiah Eddy berhsil menjalankan aksi tipu-tipu.

Pakaian ala ASN & Bawa Stiker 'Tidak Terima Sumbangan', Pria Surabaya Sukses Menipu, ini Tampangnya
surya.co.id/willy abraham
Moch Hanafiah Eddy tersangka pencurian yang menyaru sebagai aparatur sipil negara (ASN) diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (3/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbekal pakaian meryerupai aparatur sipil negara (ASN) dan stiker "Tidak Menerima Sumbangan", Moch Hanafiah Eddy berhsil menjalankan aksi tipu-tipunya. 

Warga Jalan Banyu Urip Lor I/12, Surabaya tidak hanya sukses meminta uang warga dari stiker yang diedarkan, tetapi juga menggondol HP saat korbannya lengah.

 Awal mula pelaku melancarkan aksinya ini  dengan melengkapi diri pakaiannya dengan aksesoris ASN agar calon korbannya meyakini bahwa Eddy adalah pegawai ASN sungguhan.

Dia bakan tidak segan-segan mengaku sebagai petugas penyuluh.

Berbekal ilmu tipu-tipu yang diakuinya dari Medsos, pria 56 tahun ini lalu melancarkan aksinya dengan sasaran warga perumahan.

Alhasil, Eddy membuat sebuah kartu identitas sendiri. Bahkan, kartu tersebut diberi logo Pemkot Surabaya.

Korbannya yang masih awam mengira bahwa Eddy adalah pegawai Pemkot Surabaya.

Stiker “tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun” adalah modus pria paruh baya ini agar terlihat seperti pegawai negeri.

Tetapi, setelah korban menerima stiker, dia malah meminta uang.

"Dia  mengajak ngobrol korbannya kesana-kesini setelah lengah barang berharga korban diambil," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha, Kamis (30/10/2019).

Mayoritas barang yang diembat adalah ponsel. Eddy sebelumnya  ditangkap polisi karena kasus  yang sama.

"Dia pemain lama, belum setahun bebas karena aksi yang sama," terang polisi dengan dua balok di pundak tersebut.

Catatan kepolisian, Eddy telah tujuh kali beraksi. Selain di Surabaya, pelaku juga beraksi di Gresik.

Korban yang diincar adalah warga perumahan sepi dari aktivitas, sehingga dia leluasa untuk kabur setelah mencuri.

Namun, kini pelarian itu telah berakhir dan Hanafi kembali merasakan dinginnya lantai hotel prodeo akibat perbuatannya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved