Berita Pasuruan

Protes Limbah Pabrik Bikin Sungai Tercemar, Ini yang Dilakukan Warga Desa Baujeng Kabupaten Pasuruan

Warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memprotes keberadaan limbah cair yang mencemari lingkungan

Protes Limbah Pabrik Bikin Sungai Tercemar, Ini yang Dilakukan Warga Desa Baujeng Kabupaten Pasuruan
surya/galih lintartika
Warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memprotes keberadaan limbah cair yang mencemari lingkungan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, memprotes keberadaan limbah cair yang mencemari lingkungan. Protes ini dilakukan dengan cara menyindir perusahaan dan pemerintah menggunakan spanduk yang dibentangkan di sepanjang bantaran Sungai Baujeng yang tercemar.

Spanduk itu ditujukan ke sejumlah perusahaan yang membuang limbah sembarangan dan pemerintah yang kurang tanggap menindak perusahaan nakal di Pasuruan. Kepala Desa Baujeng, Sobiq, mengatakan pemasangan spanduk ini dilakukannya bersama warga.

Sobiq menerangkan pemasangan spanduk ini sebagai bentuk protes kepada perusahaan yang nakal, karena bertahun-tahun membuang limbah cair sembarangan ke aliran Sungai Baujeng.

"Limbah cair tersebut telah menimbulkan bau busuk dan juga mengotori sungai, sehingga warna air menjadi hitam pekat. Selain itu, merugikan dan meresahkan masyarakat," kata Sobiq.

Ia tidak secara spesifik menyebut perusahaan mana yang membuang limbah ini.

Tapi, ia berjanji akan membuat aksi dalam jangka waktu dekat.

Warga sepakat melakukan penutupan aliran sungai yang terdampak limbah dari perusahaan.

"Kalau tidak bisa berhenti membuang limbah sembarangan, penutupan akan dilakukan seterusnya sebelum ada solusi yang baik. Saya mengecam perbuatan perusahaan yang merugikan masyarakat saya ini," jelasnya.

Sementara itu, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Indra, mengaku akan melaporkan permasalahan ini ke pimpinan.

Ia juga sudah mendapatkan laporan terkait pemasangan banner dan spanduk sindiran yang ditujukan kepadanya.

"Dalam jangka waktu dekat ini, saya akan mempertemukan perusahaan, forpimka, desa dan masyarakat untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Saya akan panggil perusahaan yang terindikasi membuang limbah cair sembarangan," tandas Indra.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved